Fanspage

FREE ONGKIR SELURUH INDONESIA KHUSUS MEMBER DI BAWAH JARINGAN SAYA

Selasa, 06 Desember 2016

MIOM

Miom adalah pertumbuhan di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Miom dikenal juga dengan nama mioma, uteri fibroid, atau leiomioma. Miom berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak.
Sekitar 75 persen wanita pernah memiliki miom. Terkadang, kondisi ini tidak diketahui oleh sebagian wanita yang mengalami karena tidak muncul gejala. Jika ada, gejala yang mungkin muncul akibat miom adalah:

  • Masa menstruasi menyakitkan atau berlebih.
  • Rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau punggung bawah.
  • Rasa tidak nyaman, bahkan sakit, saat berhubungan seksual.
  • Sering buang air kecil.
  • Mengalami konstipasi.
  • Keguguran, mengalami kemandulan, atau bermasalah pada masa kehamilan (sangat jarang terjadi).
Miom-AlodokterUkuran dari miom sendiri sangat bervariasi, ada yang sekecil biji dan ada juga yang berukuran besar hingga mengakibatkan rahim membesar. Miom yang muncul mungkin hanya satu atau bisa juga muncul beberapa secara sekaligus.
Jenis miom yang ada dibedakan berdasarkan lokasi tumbuhnya miom, terbagi seperti berikut ini:
  • Fibroid intramural. Miom jenis ini tumbuh di antara jaringan otot rahim, lokasi yang paling umum terbentuknya miom.
  • Fibroid subserous. Miom yang tumbuh di bagian luar dinding rahim, ke rongga panggul. Jenis ini bisa tumbuh menjadi sangat besar.
  • Fibroid submucous. Miom ini tumbuh di lapisan otot bagian dalam dari dinding rahim.

Penyebab Munculnya Miom

Hingga kini, penyebab kemunculan miom masih belum diketahui. Kemunculan kondisi ini dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium). Biasanya miom muncul pada usia sekitar 30-50 tahun. Setelah mengalami menopause, miom akan menyusut karena penurunan kadar estrogen.Miom lebih sering muncul pada wanita dengan berat badan berlebih atau yang mengalami obesitas. Dengan meningkatnya berat tubuh, hormon estrogen di dalam tubuh juga akan meningkat. Selain itu, faktor keturunan juga berperan dalam kasus miom. Wanita dengan ibu dan saudara perempuan yang pernah mendapatkan miom akan cenderung memiliki miom.
Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko munculnya miom adalah menstruasi yang dimulai terlalu dini, banyak mengonsumsi daging merah dibandingkan sayur-sayuran dan buah-buahan, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol.
Risiko seorang wanita mengalami miom akan menurun setelah melahirkan anak. Dan risiko makin kecil jika memiliki lebih banyak anak.

Diagnosis Miom

Miom terkadang didiagnosis secara tidak disengaja ketika Anda melakukan pemeriksaan ginekologi, melakukan tes, atau pencitraan tertentu. Hal ini terjadi karena miom bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali.Jika Anda mengalami beberapa gejala dari miom dan berlangsung cukup lama, segera cari tahu penyebabnya. Biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani pemindaian ultrasonografi (USG) untuk memastikan diagnosisnya atau mencari tahu penyebab kemunculan gejala yang Anda alami.

Pengobatan Miom

Miom yang tidak memunculkan gejala tertentu, biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Biasanya setelah masa menopause, miom jenis ini akan menyusut atau bahkan menghilang tanpa menjalani pengobatan.Pengobatan akan dilakukan pada miom yang menimbulkan gejala. Pengobatan ini berfungsi meringankan gejala yang muncul. Apabila pengobatan yang dilakukan tidak memiliki dampak yang efektif, pelaksanaan prosedur operasi perlu dilakukan.

Banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa mereka menderita miom karena beberapa miom tidak menimbulkan gejala yang bisa dikenali. Tapi bagi para wanita yang mengalaminya, berikut ini adalah beberapa gejala yang muncul akibat miom.
  • Menstruasi berlebih atau menyakitkan. Miom tidak mengubah siklus menstruasi seseorang. Tapi kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya pendarahan berlebihan, masa menstruasi yang bertambah lama (lebih dari tujuh hari), menstruasi yang lebih sakit atau lebih nyeri dari biasanya.
  • Sering buang air kecil. Ketika miom yang muncul kian menekan kandung kemih, Anda akan sering buang air kecil.
  • Konstipasi. Kondisi ini akan muncul ketika miom yang ada menekan rektum atau usus besar.
  • Rasa sakit pada bagian perut. Jika muncul miom yang cukup besar, perut akan terasa tidak nyaman atau bisa terjadi pembengkakan. Selain pada bagian perut, punggung bagian bawah dan kaki juga bisa terasa sakit atau nyeri.
  • Sakit saat berhubungan seksual. Miom yang tumbuh di sekitar vagina atau leher rahim akan menyebabkan munculnya rasa sakit atau tidak nyaman saat berhubungan seks.
Tapi pada kasus yang sangat jarang terjadi, miom juga bisa mengganggu kehamilan, menyebabkan kemandulan dan keguguran.Perlu diingat bahwa menstruasi berlebih belum tentu menjadi pertanda dari masalah kesehatan tertentu, tapi kondisi ini bisa berpengaruh baik secara mental maupun fisik, termasuk berdampak kepada kehidupan sehari-hari Anda. Untuk memastikan dan mencegah kondisi yang lebih serius, tanyakan kepada dokter jika Anda mengalami gejala yang cukup mengganggu.

sumber: alodokter.com



MOMENT MENGHADIRKAN PAKET LIFESTYLE UNTUK PENYAKIT MIOM


Produk yang dianjurkan :

a.       Gluco+2: Mengandung Glutathione untuk menteraturkan kembali siklus hormon dan membuang radikal bebas yang membuat siklushormon tersebut menjadi kacau.

b.      Propolis: Mengandung flavonoid sebagai Anti-Tumor.

c.       Biocell: Yaitu HGH sebagai booster yang akan menteraturkan siklus hormon dari pusat pengaturan hormon di otak.




 

0 komentar:

Posting Komentar