Fanspage

FREE ONGKIR SELURUH INDONESIA KHUSUS MEMBER DI BAWAH JARINGAN SAYA

Rabu, 29 Juli 2015

Bahaya Onani

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Dokter Tiara Rahmawati, anggota redaksi medis Klikdokter.com, menjawab pertanyaan netizen: Benarkah kalau dengkul kopong (lutut bunyi jelas jika diketok-ketok) itu tanda pria sering onani?
Menurut Tiara Rahmawati, hal itu tidak benar. Dengkul kopong, dalam dunia medis cenderung mengacu pada pengeroposan tulang.
Pengeroposan tulang biasanya terjadi secara alami pada usia tua karena menurunnya laju pembentukan tulang.
Osteoporosis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan massa (berat) tulang yang rendah dan kerusakan pada jaringan di dalam tulang.
Pada Osteoporosis, terjadi penurunan kualitas tulang dan kuantitas kepadatan tulang, padahal keduanya sangat menentukan kekuatan tulang sehingga penderita Osteoporosis mudah mengalami patah tulang atau fraktur.
Jadi, masturbasi pada pria tidak berhubungan dengan kondisi 'dengkul kopong' atau dalam medis merujuk pada istilah kondisi osteoporosis.
Namun jika berbicara dampak kesehatan dari masturbasi pada pria, sudah tidak sedikit penelitian yang menemukan hubungan tingginya frekuensi masturbasi pada pria dengan risiko kanker prostat di kemudian waktu.

Onani, apa sih?
Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual.
Masturbasi tidak menyebabkan terjadinya kemandulan.
Onani berpengaruh terhadap kualitas Sperma?
Sperma dihasilkan di dalam saluran reproduksi pria yaitu testis dan kemudian disimpan dan disalurkan apabila terjadi ejakulasi.
Sel sperma akan matang dalam waktu kurang lebih 48 jam.
Apabila ejakulasi terjadi lebih dari satu kali dalam waktu kurang dari 48 jam maka kualitas sperma akan berkurang karena sperma belum matang.

Onani atau masturbasi yang sampai menimbulkan ejakulasi lebih dari satu kali dalam waktu 48 jam akan mengurangi kualitas sperma.
Onani menyebabkan sulit tidur dan penurunan daya tahan dan fisik, rabun jauh, sulit konsentrasi dan penurunan daya ingat?
Kebiasaan melakukan masturbasi bukanlah hal yang positif, terlebih jika dilakukan frekuensi yang sangat sering (hampir setiap hari).
Kebiasaan melakukan masturbasi dapat menimbulkan masalah psikis dimana timbul pikiran terus menerus untuk melakukan masturbasi.
Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan keinginan melakukan masturbasi adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan berolahraga, melakukan hobi-hobi Anda, dan lain-lainnya.
Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi seperti melihat gambar atau membaca buku-buku yang merangsang.

Sedangkan produksi sperma sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang baik.
Makanan tidak dapat secara langsung meningkatkan produksi sperma, karena selain makanan juga terdapat organ pembentuk sperma, hormon dan bahan lainnya.
Namun, kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung:
Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)
Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria.
Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma.
Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur.

Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan.
Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.
Jika asupan zat-zat gizi tersebut sudah mampu anda penuhi lewat makanan anda sehari-hari maka anda sudah tidak memerlukan asupan suplemen lainnya.(dr. Tiara Rahmawati/KlikDokter.com)

0 komentar:

Posting Komentar