Fanspage

FREE ONGKIR SELURUH INDONESIA KHUSUS MEMBER DI BAWAH JARINGAN SAYA

Sabtu, 16 Agustus 2014

Vertigo dan Penyebabnya

Pengertian Vertigo

Vertigo merupakan suatu gejala dengan sensasi diri sendiri atau sekeliling terasa berputar. Ada kondisi vertigo yang ringan serta tidak terlalu terasa dan ada yang parah sehingga menghambat rutinitas.
Serangan vertigo cukup bervariasi, mulai dari yang berlangsung selama beberapa detik hingga lebih lama. Serangan vertigo yang parah bisa terus berlangsung selama beberapa hari sehingga penderitanya tidak bisa beraktivitas secara normal.
Gejala lain yang berhubungan dengan vertigo adalah kehilangan keseimbangan yang akan membuat penderita sulit berdiri atau berjalan, mual atau muntah, dan pening.

alodokter-vertigo

Konsultasikanlah ke dokter jika vertigo Anda berlangsung terus-menerus. Dokter biasanya akan menanyakan gejala Anda dan melakukan pemeriksaan sederhana. Selain itu, dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut jika Anda sering mengalami vertigo untuk memastikan diagnosis vertigo Anda.

Berbagai Penyebab Vertigo

Penyebab vertigo yang paling umum adalah gangguan pada mekanisme keseimbangan yang terletak di telinga bagian dalam. Penyebab umum lainnya adalah:
  • Migrain – pusing tidak tertahankan.
  • Vertigo Posisi Paroksismal Jinak atau istilah umumnya Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BBPV) – vertigo yang dipicu oleh perubahan posisi kepala tertentu.
  • Vestibular neuritis– inflamasi saraf vestibular yang ada di telinga bagian dalam.
  • Penyakit Meniere – penyakit langka yang menyerang telinga bagian dalam.
Selain penyebab di atas, vertigo bisa disebabkan oleh gangguan pada bagian otak. Gejala tambahan yang biasa dialami penderita dalam beberapa kasus vertigo meliputi demam tinggi, tinnitus (telinga berdengung), dan kehilangan pendengaran.

Langkah Pengobatan Vertigo

Vertigo sendiri merupakan suatu gejala dan bukan sebuah penyakit. Karena itu, cara mengatasi gejala vertigo tergantung pada penyakit yang menyebabkannya.
Beberapa kasus vertigo, seperti yang disebabkan oleh vestibular neuritis (jenis infeksi telinga akibat virus), terkadang bisa sembuh tanpa pengobatan. Tetapi penderita penyakit Meniere biasanya sering mengalami vertigo selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Ada beberapa penyebab vertigo yang membutuhkan langkah pengobatan khusus. Misalnya BBPV yang sebagian besar dapat disembuhkan dengan manuver Epley yang termasuk prosedur korektif sederhana.
Obat-obatan, seperti prochlorperazine dan antihistamin, juga umumnya dapat membantu menyembuhkan vertigo. Tetapi obat-obatan tersebut biasanya hanya efektif untuk tahap awal dan sebaiknya tidak digunakan untuk jangka panjang.
Terapi rehabilitasi vestibular dari ahli terapis juga bisa membantu banyak penderita vertigo. Terapi ini dapat membantu otak untuk beradaptasi dengan sinyal membingungkan dari telinga yang jadi penyebab vertigo sehingga frekuensinya berkurang.

Pengobatan Perorangan Untuk Vertigo

Ada beberapa saran untuk mengurangi atau mencegah gejala-gejala vertigo yang biasanya diberikan oleh dokter serta spesialis yang menangani Anda. Di antaranya:
  • Menghindari gerakan secara tiba-tiba agar tidak terjatuh.
  • Segera duduk jika vertigo menyerang.
  • Gunakan beberapa bantal agar posisi kepala saat tidur menjadi lebih tinggi.
  • Gerakkan kepala secara perlahan-lahan.
  • Hindari gerakan kepala mendongak, berjongkok, atau tubuh membungkuk.
  • Mintalah bantuan orang lain untuk melakukan latihan sederhana dalam upaya mengurangi gejala-gejala vertigo.
  • Kenalilah hal-hal yang dapat memicu vertigo Anda.

Penyebab Vertigo

Vertigo adalah gejala dari beberapa penyakit yang berbeda. Selain sering disebabkan oleh gangguan mekanisme keseimbangan yang ada pada telinga bagian dalam, vertigo juga bisa karena masalah pada otak atau sistem saraf.
Jenis vertigo bisa dibagi menjadi dua kategori sesuai dengan penyebabnya. Dua kategori tersebut adalah vertigo perifer dan vertigo sentral.
Jenis vertigo yang paling umum adalah vertigo perifer, misalnya labirintitis, vestibular neuritis, vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV), dan penyakit Meniere. Jenis vertigo ini disebabkan oleh gangguan pada mekanisme keseimbangan yang terletak pada telinga bagian dalam.
Gangguan atau masalah pada serebelum yang terletak di belakang otak besar atau batang otak (bagian bawah otak yang terhubung dengan saraf tulang belakang) dapat menyebabkan vertigo sentral. Penyebab vertigo sentral yang lain meliputi migrain, sklerosis multipel, obat-obatan, serta tumor otak.

Vertigo Posisi Paroksismal Jinak (Benign Paroxysmal Positional Vertigo/BPPV)

Perubahan posisi dan gerakan kepala merupakan penyebab terjadinya vertigo dalam kasus BPPV. BPPV adalah salah satu penyebab terumum gejala vertigo. Kasus-kasusnya ditandai dengan serangan vertigo yang singkat, intens, dan berulang (biasanya berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit). BPPV dapat terjadi saat Anda bergerak secara tiba-tiba, misalnya bangkit berdiri dari posisi jongkok, memutar atau menundukkan kepala, memutar tubuh, atau mendongak.
Rasa mual sering menjadi gejala dalam BPPV, tapi tidak dengan muntah. Selama BPPV menyerang, Anda juga mungkin akan mengalami nistagmus singkat sehingga Anda tidak bisa fokus. Nistagmus adalah gerakan bola mata yang tidak terkendali. Rasa pusing dan kehilangan keseimbangan akan berlangsung selama beberapa menit setelah serangan berakhir.
Penyebab BPPV diperkirakan akibat serpihan debris (kristal kalsium karbonat) yang lepas dari dinding saluran telinga bagian dalam. Serpihan ini hanya menyebabkan gangguan jika masuk ke saluran telinga bagian dalam yang penuh cairan.
Serpihan tersebut biasanya akan hanyut di sepanjang saluran telinga bagian dalam akibat gerakan kepala tertentu dan menyebabkan gerakan cairan yang abnormal. Gerakan tersebut akan mengirim sinyal membingungkan ke otak dan memicu vertigo.
BPPV bisa terjadi pada yang tua dan muda, tapi umumnya menyerang manula yang berusia 50 tahun ke atas. BPPV juga dapat menyerang tanpa sebab jelas atau setelah penderita mengalami infeksi telinga, operasi telinga, cedera kepala, serta lama terbaring.
Serangan BPPV berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang mengalaminya selama beberapa hari dan ada yang lebih lama. BPPV yang terus berlangsung sebaiknya ditangani dengan manuver korektif dari dokter atau spesialis.

Vertigo dan Migrain

Migrain adalah serangan sakit kepala yang tidak tertahankan, terutama pada bagian depan atau di salah satu sisi kepala yang terkadang disertai mual dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
Migrain biasanya dialami oleh kalangan muda dan dianggap sebagai salah satu penyebab umum dari vertigo. Menghindari pemicu dan mengobati migrain biasanya dapat menyembuhkan vertigo.

Infeksi Labirinitis

Labirin adalah saluran berliku-liku penuh cairan yang mengendalikan pendengaran dan keseimbangan. Infeksi yang menyebabkan peradangan pada struktur sensitif yang terletak di bagian terdalam telinga tersebut dikenal dengan labirinitis.
Peradangan pada labirin akan menyebabkan informasi yang dikirim ke otak dari telinga dan mata yang tidak terinfeksi berbeda dengan informasi yang dikirim oleh sisi telinga yang terinfeksi. Perbedaan inilah yang dapat memicu vertigo dan pening.
Penyebab umum labirintitis adalah virus, misalnya pada kasus pilek atau flu. Penyebab lain yang tidak umum adalah bakteri. Vertigo akibat labirintitis biasanya diiringi gejala-gejala seperti:
  • Sakit di telinga
  • Muntah
  • Mual
  • Tinnitus atau telinga berdengung
  • Kehilangan pendengaran
  • Demam tinggi

Inflamasi Akibat Virus

Penyakit telinga bagian dalam di mana terjadi inflamasi pada saraf yang menghubungkan labirin dan otak disebut vestibular neuritis. Dalam kasus-kasus tertentu, labirin juga mungkin ikut terinflamasi. Penyakit yang sering datang secara tiba-tiba ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Gejalanya adalah:
  • Tubuh yang limbung
  • Mual
  • Muntah
Penderita biasanya tidak mengalami kehilangan pendengaran. Penyakit ini bisa berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari, tapi terkadang bisa memakan waktu enam minggu untuk sembuh total.

Vertigo Akibat Penyakit Meniere

Penyakit Meniere adalah penyakit langka yang menyerang telinga bagian dalam. Salah satu gejalanya adalah vertigo yang parah. Penyakit ini juga bisa menyebabkan penderita mengalami kehilangan pendengaran, telinga berdengung, dan sensasi telinga terasa penuh.
Jika Anda menderita penyakit Meniere, serangannya akan datang secara tiba-tiba selama berjam-jam bahkan berhari-hari yang sering menyebabkan mual dan muntah.
Penyebab penyakit ini belum diketahui, tapi gejala-gejalanya bisa dikendalikan dengan pola makan serta obat dan jarang membutuhkan operasi sebagai tindak lanjut.
Efek Cedera di Kepala
Vertigo juga terkadang bisa timbul setelah cedera kepala. Segeralah ke dokter atau memeriksakan diri ke rumah sakit jika terjadi gejala-gejala, seperti pening atau vertigo, setelah Anda mengalami cedera kepala.

sumber: alodokter.com

0 komentar:

Posting Komentar