Fanspage

FREE ONGKIR SELURUH INDONESIA KHUSUS MEMBER DI BAWAH JARINGAN SAYA

Sabtu, 16 Agustus 2014

Penyebab maag

Penyebab Sakit Maag

Untuk mencerna makanan, lambung menghasilkan zat asam. Meski zat asam merupakan sesuatu yang penting dalam proses pencernaan, namun zat ini juga dapat menyebabkan radang dan kemudian luka pada permukaan lambung yang dikenal sebagai tukak. Untuk mengantisipasinya, lambung melapisi permukaannya dengan lendir.
Umumnya tukak lambung disebabkan oleh obat-obatan inflamasi non steroid (OAINS) atau bakteri H. pylori. Bakteri H. pylori dan OAINS dapat merusak pertahanan lambung (lendir) terhadap asam.
Meski kadar asam yang dihasilkan pada sebagian besar penderita tukak lambung tidak terlalu tinggi, namun zat asam tersebut tetap harus dihambat agar radang bisa sembuh. Setelah radang sembuh, barulah penyebabnya dicari dan diatasi untuk mencegah sakit maag kambuh.

Bakteri H. pylori

H. pylori merupakan singkatan dari Helicobacter pylori. Sakit maag akibat bakteri ini sudah sangat umum. Meski begitu kadang-kadang infeksi yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak selalu menimbulkan gejala signifikan sehingga ada beberapa penderita yang tidak sadar bahwa dirinya telah terinfeksi.
Belum diketahui pasti kenapa sebagian orang rentan terhadap infeksi H. pylori, sementara sebagian lainnya tidak. Jauhilah merokok karena dianggap dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap bakteri ini.
Sakit maag juga merupakan kondisi yang dapat menurun dalam keluarga. Faktor genetika membuat sejumlah orang lebih sensitif terhadap H. pylori.

Obat anti inflamasi non steroid (OAINS)

Pada umunya OAINS digunakan sebagai pereda sakit, panas dan radang. Contoh-contoh OAINS yang umum digunakan adalah naproxen, aspirin, ibuprofen,dan diclofenac. Selain guna OAINS yang disebutkan sebelumnya, aspirin juga digunakan untuk mencegah pengumpalan darah yang menyebabkan stroke dan serangan jantung.
Jika penggunaan OAINS membuat Anda berisiko terkena sakit maag atau dapat memperparah sakit maag, maka disarankan untuk tidak menggunakannya. Ada obat pereda rasa sakit lainnya yang biasanya disarankan oleh dokter, seperti misalnya parasetamol.
Tetapi, jika risiko tidak menggunakan OAINS lebih besar daripada risiko sakit maag (contohnya seperti risiko serangan jantung), maka dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk tetap menggunakannya. Namun OAINS yang disarankan umumnya adalah aspirin dengan dosis rendah. Setelah itu penggunaan aspirin biasanya akan dokter kombinasikan dengan obat penghambat pompa proton (PPP) untuk mengurangi asam lambung dan mencegah risiko komplikasi akibat sakit maag.
sumber: alodokter.com

0 komentar:

Posting Komentar