Fanspage

FREE ONGKIR SELURUH INDONESIA KHUSUS MEMBER DI BAWAH JARINGAN SAYA

Sabtu, 16 Agustus 2014

Penyakit maag

Pengertian Sakit Maag

Sakit maag atau yang dikenal juga sebagai dispepsia, merupakan salah satu masalah kesehatan yang tidak asing lagi di telinga. Kondisi ini terjadi berawal ketika radang terjadi pada dinding lambung bagian dalam. Radang lambung yang sering atau terus-menerus berlangsung membuat lapisan dinding lambung bagian dalam terkikis sehingga terbentuklah luka yang disebut tukak lambung. Rasa sakit seperti perih atau panas dari leher hingga bagian tengah perut, merupakan gejala umum dari sakit maag.
sakit maag-alodokter
Sebenarnya ada kondisi serupa lainnya yang disebut tukak duodenum (bagian pertama dari usus halus), namun radang dan kemudian luka ini terjadi pada usus halus. Berbeda dengan radang pada lambung yang mana rasa perih muncul pada saat makan, rasa perih akibat radang atau luka pada usus halus muncul sekitar 2-3 jam setelah makan. Sakit maag dan tukak duodenum dikategorikan sebagai tukak peptikum.

Penyebab sakit maag

Penyebab utama sakit maag ada dua, yakni bakteri helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS), seperti ibuprofen atau aspirin dalam waktu yang cukup panjang. Bakteri H. pylori merupakan bakteri yang dapat mengiritasi dan menyebabkan munculnya luka pada lambung atau usus bagian atas.

Penderita sakit maag di Indonesia

Di Indonesia, sakit maag merupakan kondisi kesehatan yang sangat umum dan bisa diderita siapa saja. Menurut data yang diperoleh dari International Data Base tahun 2004 saja, diperkirakan setidaknya 3 juta orang dari 238.452.952 total penduduk Indonesia menderita tukak lambung.

Sekilas mengenai pengobatan sakit maag

Sakit maag akan sembuh jika ditangani sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Penting untuk mengetahui dan mengatasi penyebab dasar maag karena kadang-kadang kondisi radang yang baru bisa kambuh kembali.
Obat yang biasanya disarankan untuk mengobati sakit maag adalah penghambat pompa proton (PPP). Obat ini mampu menurunkan kadar asam dalam sistem pencernaan sehingga memungkinkan radang untuk sembuh. Anda bisa menggunakan kombinasi antibiotik jika sakit maag disebabkan oleh bakteri H. pylori. Antibiotik dapat membasmi bakteri tersebut dan mencegah radang untuk kambuh.
Jika radang disebabkan oleh penggunaan OAINS, maka hentikan dahulu penggunaan obat tersebut, lalu gunakan PPP untuk menyembuhkan radang. Namun jika yang menjadi penyebab radang adalah aspirin, terkadang konsumsinya tetap perlu diteruskan, tergantung alasan kenapa aspirin tersebut diresepkan sebelumnya oleh dokter. Penanganan dari dokter akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Sekilas mengenai komplikasi sakit maag

Komplikasi akibat sakit maag sebenarnya jarang terjadi dan diperkirakan hanya dialami dua dari seratus orang. Meski begitu, sakit maag berpeluang menyebabkan kondisi yang serius seperti:
  • Obstruksi lambung atau radang yang menghalangi laju makanan melalui sistem pencernaan.
  • Perforasi atau robeknya lapisan lambung di titik radang.
  • Pendarahan di titik radang.
Meski jarang memakan korban jiwa, namun komplikasi di atas dianggap sebagai keadaan darurat medis. Mereka yang paling berisiko terkena komplikasi sakit maag fatal adalah yang usianya sudah di atas 70 tahun.

Saat yang tepat untuk mengunjungi dokter

Jika merasakan sakit maag, Anda disarankan untuk selalu memeriksakan diri ke dokter. Terlebih lagi jika Anda mengalami gejala seperti muntah darah, mengeluarkan tinja berwarna hitam, serta merasakan nyeri tajam yang muncul secara tiba-tiba dan makin buruk di daerah perut, sebaiknya Anda segera ke rumah sakit atau hubungi dokter. Dikhawatirkan gejala-gejala tersebut merupakan tanda adanya komplikasi, seperti pendarahan dalam.

Pengobatan Sakit Maag

Pengobatan yang dilakukan tergantung kepada penyebab sakit maag tersebut, apakah infeksi bakteri H. pylori ataukah obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS), atau bahkan keduanya. Disarankan untuk menggunakan antibiotik jika sakit maag Anda disebabkan oleh H. pylori.
Jika menurut diagnosis ternyata sakit maag Anda bukan disebabkan oleh H. pylori, melainkan oleh OAINS, maka biasanya dokter akan meresepkan obat penghambat pompa proton (PPP). Selanjutnya dokter akan meninjau penggunaan OAINS dan jika perlu, obat tersebut akan diganti oleh alternatif lain seperti misalnya parasetamol. Selain obat PPP, antagonis reseptor H2 juga bisa digunakan.
Untuk sakit maag yang disebabkan oleh kombinasi  H. pylori serta OAINS, maka penanganannya pun harus berlipat ganda. Biasanya dokter akan meresepkan obat PPP untuk digunakan selama beberapa minggu, serta antibiotik.

Penanganan sakit maag akibat H.pylori dengan terapi eradikasi

Dalam terapi ini, dua dari tiga antibiotik yang berbeda, serta satu jenis obat penghambat pompa proton (PPP), dikombinasikan secara bersamaan. Minum satu jenis antibiotik saja belum cukup untuk membunuh bakteri.
Antibiotik yang umum dipakai dalam terapi eradikasi adalah metronidazole, clarithromycin, dan amoxicillin. Pastikan Anda mengikuti aturan pakainya dan sadar akan efek samping ringan dari obat-obatan tersebut.
Biasanya pada minggu keempat setelah terapi eradikasi, pasien akan diperiksa kembali untuk memastikan tidak ada lagi bakteri H. pylori di dalam perutnya. Jika ternyata masih ada, biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk meneruskan terapi eradiksi, namun kali ini dengan penggunaan antibiotik yang berbeda.

Penanganan sakit maag dengan obat penghambat pompa proton (PPP)

Obat ini bekerja dengan cara menghambat kinerja protein penghasil asam lambung yang disebut pompa proton. Dengan berkurangnya kadar asam, maka secara otomatis kerusakan lebih lanjut pada dinding lambung bisa dicegah dan penyembuhan bisa berlangsung secara alami.
Contoh obat PPP yang sering digunakan untuk mengatasi sakit maag adalah lansoprazole dan omeprazole. Kedua obat ini memiliki efek samping, namun masih tergolong ringan dan akan hilang setelah pengobatan selesai. Pastikan Anda mengikuti aturan pemakaiannya agar dapat mendatangkan hasil yang efektif.

Penanganan sakit maag dengan antagonis reseptor H2

Obat ini bekerja dengan cara menghambat kinerja sebuah protein yang mampu merangsang produksi asam. Protein ini dikenal sebagai histamin. Contoh obat antagonis reseptor H2 yang sering digunakan untuk mengobati sakit maag adalah ranitidine. Ikutilah aturan pemakaiannya dan bacalah kemungkinan efek samping obat ini.

Penanganan sakit maag dengan alginat dan antasida

Seluruh obat-obatan di atas baru terasa reaksinya setelah beberapa jam. Karena itu, untuk meredakan gejala dengan cepat, dokter biasanya akan meresepkan obat tambahan, di antaranya:
  • Alginat. Obat ini mampu membentuk lapisan pelindung pada dinding lambung. Disarankan untuk minum obat ini setelah makan.
  • Antasida. Obat ini mampu menetralisir asam lambung dengan cepat. Anda bisa minum obat ini ketika merasakan gejala sakit maag muncul atau sebagai pencegahan, Anda bisa meminumnya setelah makan atau sebelum tidur.
Anda bisa membeli kedua jenis obat tersebut di apotik tanpa perlu resep dokter. Mintalah bantuan pada apoteker untuk memilih jenis obat yang sesuai dengan kondisi Anda. Tapi perhatikanlah untuk tidak meminum alginat atau antasida dalam kurun waktu satu jam setelah Anda minum obat penghambat pompa proton (PPP) atau ranitidine. Ini karena kinerja PPP atau ranitidine bisa terganggu.
Jika Anda tidak ingin minum kedua obat tersebut karena khawatir dengan efek sampingnya, Anda bisa menggantinya dengan makan buah pisang. Pisang diyakini dapat secara efektif melindungi lambung dari asam dan meredakan gejala sakit maag.

Kapan penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) ditinjau

Dokter akan meninjau penggunaan obat-obatan OAINS jika sakit maag pasien disebabkan oleh obat itu sendiri. Dokter bisa menyarankan penggunaan obat pereda sakit jenis lain yang bisa digunakan untuk mengganti OAINS.
Bagi pasien yang sedang menggunakan aspirin dosis rendah untuk menurunkan risiko penggumpalan darah, dokter biasanya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah harus diteruskan atau tidak. Pada sebagian besar kasus yang serupa, penggunaan aspirin ada yang tetap diteruskan dan ada juga yang dihentikan selama beberapa hari.
Agar aspirin tetap aman digunakan, dokter bisa memberi obat penghambat pompa proton (PPP). PPP dapat mencegah radang lebih lanjut. Jika dokter atau pasien merasa bahwa OAINS mutlak diperlukan, maka dokter akan meresepkan PPP atau obat antagonis reseptor H2 untuk digunakan dalam jangka panjang.
Penting untuk memahami risiko terkait penggunaan OAINS secara terus-menerus. Risiko tersebut bisa berupa sakit maag yang kembali kambuh atau bahkan komplikasi serius seperti pendarahan dalam.
 sumber:alodokter.com

0 komentar:

Posting Komentar