Fanspage

FREE ONGKIR SELURUH INDONESIA KHUSUS MEMBER DI BAWAH JARINGAN SAYA

Sabtu, 16 Agustus 2014

Pemulihan Stroke

Pemulihan Stroke

Stroke dapat berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan Anda dalam berbagai aspek. Proses rehabilitasinya spesifik dan tergantung kepada gejala yang Anda alami dan seberapa parah gejala tersebut. Sejumlah ahli dan spesialis bisa membantu. Di antaranya adalah psikolog, ahli terapi okupasi, ahli terapi bicara, perawat dan dokter spesialis, serta fisioterapi.
Kerusakan akibat stroke bisa meluas dan berlangsung lama. Sebelum pulih seperti sedia kala, penderita harus melakukan rehabilitasi dalam periode panjang. Namun sebagian besar dari mereka tidak akan pernah pulih sepenuhnya.

Dampak fisik serangan stroke

Ada beberapa dampak fisik yang terjadi akibat serangan stroke, di antaranya adalah kelumpuhan pada salah satu bagian sisi tubuh dan terganggunya koordinasi serta keseimbangan tubuh. Beberapa orang  juga akan mengalami kelelahan ekstrim di beberapa minggu pertama setelah stroke.
Kelumpuhan pada bagian tubuh sebaiknya diperiksa oleh ahli fisioterapi yang nantinya akan menyusun rencana pengobatan. Fisioterapi biasanya akan dimulai setelah kondisi kesehatan pasien stabil. Postur tubuh dan keseimbangan adalah hal utama yang akan diperbaiki oleh ahli fisioterapi. Setelah itu pasien akan menjalani sesi singkat yang berlangsung beberapa menit. Durasi sesi akan meningkat seiring pulihnya kendali dan kekuatan otot pasien.
Ada dua target yang dibuat ahli fisioterapi, target jangka pendek dan target jangka panjang. Dalam target jangka pendek, pasien akan dilatih untuk melakukan gerakan sederhana seperti mengambil sebuah objek. Sedangkan dalam target jangka panjang, pasien dilatih untuk berdiri dan berjalan.
Dalam prosesnya, ahli fisioterapi tidak hanya bekerja sendiri. Anggota keluarga pasien pun bisa dilibatkan. Gunanya agar anggota keluarga pasien tersebut mampu melatih pasien saat berada di rumah.
Lama pemulihan fisik relatif. Fisioterapi bisa berlangsung beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun dan biasanya terapi dihentikan jika kondisi pasien tidak lagi memperlihatkan kemajuan.

Dampak kognitif serangan stroke

Salah satu atau beberapa fungsi kognitif dapat terganggu akibat stroke. Fungsi kognitif sendiri merupakan istilah yang digunakan para ahli untuk menggambarkan kemampuan otak mengolah informasi. Fungsi kognitif meliputi:
  • Daya ingat.
  • Konsentrasi.
  • Komunikasi baik secara tulis maupun lisan.
  • Kesadaran akan posisi tubuh terhadap lingkungan sekitarnya.
  • Kemampuan melakukan aktivitas fisik seperti mandi atau makan.
  • Kemampuan melakukan fungsi eksekutif, seperti memecahkan masalah, membuat rencana, dan mempertimbangkan situasi.
Sebelum rencana rehabilitasi dan pengobatan dibuat, seluruh fungsi kognitif pasien sebaiknya diperiksa.
Dalam rehabilitasi, pasien akan diajarkan berbagai teknik pemulihan fungsi kognitif, salah satunya adalah terapi untuk memulihkan berkomunikasi. Ada juga cara untuk mengganti fungsi kognitif yang hilang, salah satunya dengan pemasangan alat bantu ingatan. Sebagian fungsi kognitif akan pulih setelah rehabilitasi, meski tidak seratus persen.
Kerusakan otak akibat stroke juga bisa meningkatkan terjadinya demensia vaskular. Demensia vaskular bisa terjadi langsung atau beberapa waktu setelah serangan stroke.

Dampak psikologis serangan stroke

Setelah orang terkena stroke, mereka bisa mengalami dampak psikologis berupa depresi atau gangguan kecemasan. Merasa marah, cemas, bingung, depresi, dan frustrasi adalah hal yang wajar.
Psikolog dapat memberikan nasihat dan motivasi agar stroke tidak terlalu berdampak pada kehidupan pasien, seperti kehidupan keluarga atau kehidupan seksualnya.
Salah satu terapi psikologis setelah stroke adalah terapi tingkah laku kognitif. Terapi ini bertujuan membantu pasien berpikiran positif. Selain terapi dari psikolog, dukungan orang-orang terdekat juga sangat penting untuk mengembalikan kondisi jiwa si pasien seperti sedia kala.

Masalah pada kemampuan berkomunikasi

Masalah dalam berbicara, memahami, membaca, dan menulis banyak dialami orang-orang setelah terserang stroke. Hal itu disebut sebagai afasia atau disfasia. Afasia terjadi akibat rusaknya bagian otak yang mengatur kemampuan bicara atau rusaknya otot-otot yang mendukung kemampuan tersebut. Untuk memulihkan kemampuan komunikasi, pasien akan ditangani oleh ahli terapi terkait.

Masalah pada daya penglihatan

Kadang-kadang beberapa orang mengalami gangguan penglihatan setelah stroke, seperti buta pada salah satu mata. Hal tersebut disebabkan oleh rusaknya bagian otak yang menerima, mengolah, dan menerjemahkan informasi yang dikirim oleh mata.

Kehidupan seks pasca stroke dan cara menyiasatinya

Meski beberapa bagian tubuh orang yang pernah terserang stroke mengalami kelumpuhan, namun mereka masih bisa menikmati saat-saat intim bersama pasangan mereka. Mereka dapat mencoba sejumlah posisi yang sesuai dengan keadaan mereka. Berhubungan intim tidak membuat penderita lebih berisiko terkena stroke lagi jadi penderita tidak dilarang untuk berhubungan intim.
Beberapa obat stroke dapat menurunkan libido, karena itu diharapkan pasien berkonsultasi dengan dokter jika mengalami masalah tersebut. Ada beberapa obat yang bisa mengatasi masalah tersebut.

Masalah pada kandung kemih

Stroke dapat menyerang bagian otak yang mengendalikan pembuangan urin. Karena itu orang yang pernah terserang stroke bisa mengompol tanpa dia sadari.

Mengemudi kendaraan pasca stroke

Biasanya setelah  terserang stroke, orang tidak dianjurkan untuk mengemudi selama satu bulan. Cepat atau lambatnya seseorang boleh mengemudi kembali akan tergantung kepada kerusakan jangka panjang yang mereka alami dan kendaraan apa yang akan mereka kemudikan. Dokter bisa membantu memutuskan apakah penderita boleh mengemudi kembali atau sebaiknya menjalani pemeriksaan lanjutan.

Bagi perawat penderita stoke

Ada banyak cara untuk mendukung keluarga atau teman yang pernah terserang stroke agar rehabilitasi mereka cepat mengalami kemajuan, di antaranya:
  • Membantu memotivasi penderita dalam mencapai target jangka panjang.
  • Beradaptasi dengan kondisi mereka, seperti berbicara perlahan jika mereka mengalami masalah komunikasi.
  • Ikut terlibat dalam latihan fisioterapi.
  • Memberikan dukungan moril dan keyakinan bahwa kondisi mereka akan pulih seiring waktu.
Rasa frustrasi dan kesepian kerap dialami mereka yang merawat orang yang pernah terserang stroke. Karena itu beberapa saran yang diuraikan di bawah ini diharapkan bisa membantu.

Siapkan hati untuk menghadapi perubahan perilaku

Kepribadian orang yang pernah terserang stroke kerap mengalami perubahan dan kadang-kadang perilakunya bisa tidak rasional. Contohnya mereka bisa menjadi pemarah dan pembenci. Hal tersebut disebabkan oleh dampak psikologis dan kognitif. Meski menjengkelkan, cobalah untuk tidak diambil hati. Ingat bahwa kepribadian asli mereka akan kembali setelah rehabilitasi mereka mengalami kemajuan.

Berusaha untuk tetap sabar dan berpikiran positif

Sikap sabar dan pikiran positif sangat dibutuhkan untuk mendukung pemulihan orang yang pernah terserang stroke. Sering kali rehabilitasi berjalan lama dan membuat kita frustrasi. Namun percayalah, akan ada periode di mana kemajuan tercapai. Berusahalah untuk menyemangati dan memuji sekecil apa pun kemajuan karena dengan begitu, penderita akan terus termotivasi untuk mencapai target jangka panjang mereka.

Penting untuk sedikit meluangkan waktu untuk diri sendiri

Jangan abaikan kesehatan fisik maupun psikologis Anda sendiri, meski Anda sedang merawat orang yang pernah mengalami stroke. Bersosialisasi dengan teman-teman atau berekreasi dapat menjernihkan pikiran dan membantu Anda mengatasi situasi dengan lebih baik.

Peluang penderita stroke untuk dapat hidup normal kembali

  • Sepertiga pasien stroke pulih sepenuhnya meski harus terus didukung agar dapat menjalani hidup normal.
  • Sepertiga pasien stroke pulih, tapi mengalami kelumpuhan. Mulai dari kelumpuhan ringan seperti perlu dibantu saat mandi, hingga kelumpuhan berat seperti  tidak bisa bangun sama sekali.
  • Sepertiga pasien stroke tidak pulih sama sekali dan meninggal dalam kurun waktu satu tahun, bahkan sebagian besar dari mereka meninggal di rumah sakit pada beberapa minggu awal.

0 komentar:

Posting Komentar