Fanspage

FREE ONGKIR SELURUH INDONESIA KHUSUS MEMBER DI BAWAH JARINGAN SAYA

Sabtu, 16 Agustus 2014

Gejala dan Penyebab Stroke

Gejala Stroke

Segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulans jika Anda mengalami gejala stroke atau melihat orang lain terkena stroke. Setelah pemeriksaan awal, Anda mungkin perlu diperiksa lebih mendalam dan ditangani dokter spesialis di rumah sakit.
Jangan pernah menganggap enteng gejala stroke, meskipun gejala tersebut hilang dengan sendirinya. Gejala yang hilang bisa menandakan stroke ringan dan Anda berisiko mengalami stroke berat pada tahap berikutnya.

Gejala dan tanda-tanda penyakit stroke yang harus Anda ketahui

Setiap bagian tubuh dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda, karena itu gejala stroke tergantung pada bagian otak yang terserang dan juga tingkat kerusakannya. Gejala atau tanda-tanda stroke bervariasi pada setiap orang, namun umumnya muncul secara tiba-tiba.
Anda dapat mengingat hal-hal berikut ini untuk dapat mengenali gejala stroke dan melakukan tindakan tepat.
  • Cara bicara penderita tidak jelas atau kacau, bahkan ada juga penderita yang tidak bisa bicara sama sekali walaupun mereka terlihat terjaga
  • Mata dan mulut pada salah satu sisi wajah penderita terlihat turun
  • Lengan si penderita mengalami kelumpuhan saat terserang stroke, karena itu mereka tidak mampu mengangkat salah satu, atau bahkan kedua lengannya
Segera hubungi rumah sakit jika Anda melihat gejala-gejala di atas
Menyadari gejala atau tanda-tanda di atas adalah hal yang penting, terlebih lagi bagi mereka yang tinggal bersama orang yang berisiko tinggi terkena stroke, seperti manula, penderita diabetes, atau tekanan darah tinggi.
Selain hal di atas, gejala atau tanda-tanda stroke lainnya adalah:
  • Kesulitan menelan
  • Masalah pada keseimbangan dan koordinasi
  • Masalah komunikasi, seperti sulit bicara dan memahami ucapan orang lain
  • Pusing dan pingsan
  • Hilang penglihatan secara tiba-tiba
  • Sakit kepala hebat yang datang secara tiba-tiba, disertai kaku pada leher
  • Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh

Gejala serangan iskemik sesaat atau stroke ringan

Jika mengalami serangan iskemik sesaat, segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit setempat. Gejala stroke iskemik sesaat sama seperti stroke dan berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, kemudian menghilang. Jangan abaikan serangan iskemik sesaat, karena itu adalah tanda peringatan bahwa pasokan darah ke otak Anda bermasalah.

Penyebab Stroke

Sebagian besar penyebab stroke bisa dicegah dengan cara mengubah pola hidup Anda menjadi pola hidup sehat. Kendati begitu, ada beberapa risiko stroke yang tidak dapat diubah, dan mengenai hal tersebut akan dijelaskan di bawah ini.
  • Jika Anda pernah mengalami serangan iskemik sesaat atau serangan jantung, risiko Anda terkena stroke lebih tinggi
  • Risiko Anda terkena stroke tinggi jika Anda memiliki anggota keluarga dekat yang pernah mengalami stroke
  • Anda berisiko terkena stroke jika usia Anda lebih dari 65 tahun, meskipun seperempat kasus stroke terjadi pada usia yang lebih muda
  • Menderita diabetes, tekanan darah tinggi atau mempunyai kolesterol yang tinggi.

Seputar informasi mengenai stroke iskemik

Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti akibat terbentuknya gumpalan darah. Darah gampang menggumpal di pembuluh darah di mana terdapat timbunan kolesterol atau telah terjadi kerusakan pada dindingnya. Berikut adalah hal-hal yang berdampak buruk pada pembuluh darah sehingga dapat memicu terjadinya stoke iskemik:
  • Tingginya kadar kolesterol dalam darah.
  • Diabetes yang tidak terkontrol. Kadar gula darah yang tinggi berdampak buruk pada kesehatan dinding pembuluh darah.
Detak jantung yang tidak teratur atau fibrilasi atrium juga menjadi salah satu penyebab stroke iskemik. Dengan detak jantung yang tidak teratur, aliran darah penderita fribrilasi atrium terganggu. Hal ini pun membuat darahnya mudah menggumpal sehingga menyebabkan stroke iskemik.
Arteri juga bisa menyempit seiring bertambahnya usia, dan proses penyempitan arteri tersebut bisa bertambah cepat jika Anda:
  • Mengalami obesitas
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Mengonsumsi alkohol yang berlebihan
  • Merokok
  • Memiliki tingkat kolesterol yang tinggi
  • Memiliki riwayat keluarga berpenyakit jantung atau diabetes

Seputar informasi mengenai stroke hemoragik

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan pendarahan. Sekitar lima persen pendarahan terjadi pada permukaan otak yang dikenal sebagai pendarahan subarachnoid. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama stroke hemoragik. Tekanan darah tinggi dapat melemahkan arteri di dalam otak sehingga rentan pecah.
Ada beberapa hal yang dapat memicu naiknya tekanan darah, diantaranya adalah merokok, kurang olahraga, stres, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan kelebihan berat badan atau obesitas.
Stroke hemoragik juga bisa terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang menggelembung atau bengkak yang disebut aneurisma.
Trauma atau cedera pada kepala juga bisa menyebabkan stroke hemoragik. Meskipun begitu, ada beberapa kasus di mana terjadi pendarahan di dalam selaput otak tanpa adanya tanda-tanda trauma. Hal tersebut biasanya terjadi pada orang tua dan gejalanya mirip seperti stroke. Pendarahan yang terjadi dalam selaput otak dikenal sebagai hematoma subdural.
Orang-orang yang mengkonsumsi obat-obatan pencegah pembekuan darah atau antikoagulan juga harus hati-hati. Salah satu risiko dari penggunaan obat ini adalah stroke hemoragik. Obat antikoagulan membuat darah menjadi lebih susah menggumpal. Ini berarti, jika terjadi pendarahan, pendarahan itu akan lebih susah terhenti.

sumber: alodokter.com

0 komentar:

Posting Komentar