Fanspage

FREE ONGKIR SELURUH INDONESIA KHUSUS MEMBER DI BAWAH JARINGAN SAYA

Jumat, 27 Juni 2014

BAHAYA PRODUK MERCURI

**Bahaya Menggunakan Cream Perawatan Mengandung Merkuri**

Semua wanita tentunya mendambakan memiliki kulit yang indah dan menawan. Salah satu caranya adalah dengan memakai krim kecantikan yang memberikan perawatan baik siang dan malam hari.

Sayangnya, tidak semua wanita jeli memilih produk kosmetik yang dipakainya. Asal memperoleh hasil yang instant dan cepat, wanita langsung tergiur memilih produk yang mungkin saja berbahaya.

Di pasar, saat ini beredar krim-krim dengan bahan kimia yang sangat berbahaya apabila tidak digunakan dalam jumlah yang tepat, misalnya seperti:

Merkuri: apabila digunakan dalam jumlah yang banyak dapat merusak kulit

Hidroquinon: dapat digunakan asal dalam batas maksimal 2%, jika berlebihan maka dapat menyebabkan kerusakan kulit

Retinoic asam: boleh digunakan, namun disarankan dengan pengawasan dokter

Krim-krim yang lebih banyak diminati dan memberikan hasil yang cepat, umumnya mengandung salah satu bahan di atas. Dan dari fakta penyelidikan yang dilakukan para ilmuwan serta BPOM, merkuri adalah bahan yang paling sering dipakai dalam produk skincare ini.

Tanpa menggunakan ijin dan memberitahukannya kepada konsumen, para produsen nakal nekat memakai bahan ini untuk meraup keuntungan yang lebih banyak. Sekalipun tahu bahayanya, mereka cenderung mengabaikan bahaya asal produknya laris.

Sebenarnya, apa sih efek penggunaan produk skincare yang mengandung merkuri?
-Merkuri dapat menyebabkan kerusakan gangguan syaraf seperti penyakit alzheimer, parkinson, insomnia, gangguan penglihatan, atazia, depresi dan disorientasi.
-Merkuri dapat memperlambat pertumbuhan janin, bahkan menyebabkan anak menderita autisme
-Merkuri akan merusak ginjal, menumpuk kadar merkuri di tubuh dan menyebabkan kerusakan organ lainnya
-Merkuri dapat menyebabkan keguguran atau kematian janin di dalam rahim
-Merkuri menyebabkan bintik-bintik kehitaman meskipun pemakaiannya dihentikan
-Setelah dihentikan pemakaiannya, kulit akan menjadi lebih gelap
-Setelah wajah bersih dari jerawat, merkuri akan menimbulkan bintik-bintik yang jangkauannya meluas di seluruh wajah
-Merkuri merusak lapisan kulit bagian bawah dan dapat menyebabkan kanker kulit
-Merkuri menyebabkan kerusakan pada pencernaan serta ginjal

Bagaimanakah ciri-ciri krim yang mengandung merkuri? Biasanya krim-krim tersebut dikemas dalam jar kosong tanpa ada tambahan informasi tentang bahan aktif yang digunakan di dalamnya. Inilah sebabnya, sulit bagi seseorang untuk mengetahui apakah sebuah krim mengandung merkuri atau tidak.

Namun, berdasarkan penelitian, berikut adalah ciri-ciri krim bermerkuri:

-Aroma krim cenderung berbau keras seperti logam walaupun sudah diberi parfum
-Warna krim sebenarnya tidak selalu sama, tergantung merk dan produsen, ada yang putih untuk krim pagi, dan kuning untuk krim malam, atau sebaliknya. Namun ciri-ciri paling jelas, warna krim yang mengandung merkuri mengkilat. Ciri ini adalah efek yang menunjukkan sifat merkuri yang mengkilapkan.
-Sifat krim mengkilapkan wajah, coba Anda amati kulit Anda setelah dipulaskan krim bermerkuri, maka kulit Anda akan terlihat berkilau
-Setelah pemakaian singkat, berkisar 1-4 minggu, kulit akan menjadi lebih putih. Waktu ini jauh lebih cepat ketimbang saat memakai krim lainnya, bahkan pada beberapa kasus, kulit seseorang tampak pucat mirip dengan (maaf) mayat.
-Umumnya menyebabkan rasa gatal di awal pemakaian, namun gatal ini bisa berlanjut menjadi lebih parah pada mereka yang kulitnya berjenis sensitif.
-Kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari langsung.
-Muncul kemerahan pada kulit yang efeknya dapat dirasakan secara langsung, biasanya mirip dengan pedih saat peeling.
-Ada gangguan di saluran kemih yang menyebabkan Anda sulit buang air kecil.

Kami Menghadirkan biocell,glucogen,teragen, slimmer , moment coffe dan propolis brazilian..Tanpa Efek Samping.. 




FAST RESPON
WA /TELEGRAM : 085264226689
BBM : 7CD59657
LINE : @mkh6276g


JOIN SEGERA

testimonial para konsumen produk moment








0 komentar:

Posting Komentar