Web Support Moment Indonesia

Sehat,cantik dan dibayar Mahal hanya ada di Bisnis moment yuk segera gabung bersama kami.

Web Support Moment Indonesia

Sehat,cantik dan dibayar Mahal hanya ada di Bisnis moment yuk segera gabung bersama kami.

Web Support Moment Indonesia

Sehat,cantik dan dibayar Mahal hanya ada di Bisnis moment yuk segera gabung bersama kami.

Web Support Moment Indonesia

Sehat,cantik dan dibayar Mahal hanya ada di Bisnis moment yuk segera gabung bersama kami.

Selamat Datang di MomentDina.com.

Web ini adalah web support bagi para Member2 yang ingin mengembangkan Bisnis moment secara Online dan Offline, Untuk mempermudah Anda dalam mengenalkan Bisnis Moment Beserta Produk Berkualitas Internasional kepada calon Member dan rekan Bisnis Anda. Kami memiliki 2 web support untuk para member yg join dibawah jaringan kami, Web replika ( web product )Yang akan kami bagikan kepada anda yg join Platinum ( 7 BA ), Why platinum ??..Sedangkan di tempat lain, join silver ( 1 BA ) atau Gold ( 3 BA ) saja sudah dapat web ??.. Karena kami Fokus sama orang yg benar2 mau sukses besar2an dan Punya niat besar buat Sukses, dan standarisasi kami dan semua member kami Join Platinum.. Karena PERCAYALAH.. Member2 yg incomenya 100 juta ke atas, semua join Platinum.. Web support ini adalah web hidup dan aktif jadi isinya akan selalu terupdate.

Fanspage

FREE ONGKIR SELURUH INDONESIA KHUSUS MEMBER DI BAWAH JARINGAN SAYA

Senin, 24 Mei 2010

Dimensi kualitas produk

Kualitas produk merupakan kemampuan yang biasa dinilai dari suatu produk dalam menjalankan fungsinya yang merupakan suatu
gabungan
Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk memuaskan kebutuhan dan harapan konsumen (Bergman dan Klefsjo, 1994 : 16). Pengertian kualitas produk menurut Adam & Ebert (1992;597), adalah "Quality is the customer's perception". Artinya kualitas adalah persepsi konsumen, yaitu suatu penilaian konsumen terhadap ciri atau atribut produk, baik atau buruknya kualitas suatu produk dapat diukur melalui pendapat yang diberikan konsumen terhadap kualitas dari atribut produk tersebut. Suatu produk dikatakan berkualitas jika memenuhi kebutuhan dan keinginan pembeli.
Dalam pemasaran, definisi produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Kepuasan konsumen tidak hanya mengacu pada bentuk fisik produk, melainkan satu paket kepuasan yang didapat dari pembelian produk Kepuasan tersebut merupakan akumulasi kepuasan fisik, psikis, simbolis, dan pelayanan yang diberikan oleh produsen.
Produk identik dengan barang. Dalam akuntansi, barang adalah obyek fisik yang tersedia di pasar. Sedangkan produk yang tidak berwujud disebut jasa. Dalam manajemen produk, identifikasi dari produk adalah barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Kata produk digunakan untuk tujuan mempermudah pengujian pasar dan daya serap pasar, yang akan sangat berguna bagi tenaga pemasaran, manajer, dan bagian pengendalian kualitas.


ASPEK PRODUK
Ada tiga aspek produk :
1. Bertujuan pada manfaat
Manfaat penggunaan
Manfaat psikologis
Manfaat dalam mengatasi masalah
2. Visualisasi produk
Atribut dan keistimewaan produk
Kualitas produk
Corak produk
Kemasan dan label produk
Merk
3. Menambah nilai produk
Garansi
Kemudahan Instalasi
Pengiriman
Ketersediaan di pasar
Layanan purna jual
KLASIFIKASI PRODUK
Salah satu teknik yang cukup bagus untuk memahami produk adalah Aspinwall Classification System. Yang mengelompokkan produk menggunakan lima variabel penilaian :
Replacement rate: Seberapa sering produk tersebut dipesan ulang oleh pengecer
Gross margin: Berapa besar rata-rata keuntungan yang dihasilkan oleh tiap produk
Buyer goal adjustment: Seberapa besar rentang segmen konsumen yang bisa dicapai
Duration of product satisfaction: Seberapa lama produk tersebut bermanfaat bagi pembeli
Duration of buyer search behaviour: Berapa lama konsumen tetap mencari dan membeli produk
TIPE PRODUK
Berikut ini beberapa tipe produk :
• Consumer products
• Industrial products
• Convenience goods
• Impulse goods
• Emergency goods
• Shopping goods
• Specialty goods
• Unsought goods
• Perishable goods
• Durable goods
• Non-durable/consumption/consumable goods
• Capital goods
• Parts and materials
• Supplies and services
• Commodities
• By-products



DIFERENSIASI PRODUK
Dalam pemasaran, diferensiasi produk adalah kegiatan memodifikasi produk agar menjadi lebih menarik. Diferensiasi ini memerlukan penelitian pasar yang cukup serius karena agar bisa benar-benar berbeda, diperlukan pengetahuan tentang produk pesaing. Diferensiasi produk ini biasanya hanya mengubah sedikit karakter produk, antara lain kemasan dan tema promosi tanpa mengubah spesifikasi fisik produk, meskipun itu diperbolehkan.
Tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang tepat sesuai keinginan konsumen potensial yang ingin dituju. Jika pasar melihat perbedaan produk anda dibanding produk pesaing, anda akan lebih mudah mengembangkan marketing mix untuk produk tersebut. Diferensiasi produk yang berhasil adalah diferensiasi yang mampu mengalihkan basis persaingan dari harga ke faktor lain, seperti karakteristik produk, strategi distribusi atau variabel-variabel promotif lainnya. Kelemahan dari diferensiasi adalah perlunya biaya produksi tambahan dan iklan besar-besaran.
Bagian dari kualitas produk adalah perihal kualitas produk. Kualitas suatu produk baik berupa barang maupun jasa perlu ditentukan melalui dimensi-dimensinya. Dimensi kualitas produk dapat dipaparkan berikut ini:
1. Produk berupa barang
Menurut David Garvin yang dikutip Vincent Gasperz, untuk menentukan dimensi kualitas barang, dapat melalui delapan dimensi seperti yang dipaparkan berikut ini:
Performance, hal ini berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut.
Features , yaitu aspek performansi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.
Realibility, hal yang berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu pula.
Conformance, hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan. Konfirmasi merefleksikan derajat ketepatan antara karakteritik desain produk dengan karakteristik kualitas standar yang telah ditetapkan.
Durability, yaitu suatu refleksi umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang.
Serviceability, yaitu karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang.
Aesthetics, merupakan karakteristik yang bersifat subyektif mengenai nilai-nilai estetika yang berkaitan dengan pertimbangan pribadidan refleksi dari preferensi individual.
Fit and finish, sifat subyektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan mengenai keberadaan produk tersebut sebagai produk yang berkualitas.

2. Produk Berupa Jasa/ Service
Zeithaml et. al. mengemukakan lima dimensi dalam menentukan kualitas jasa, yaitu:
Realibility, yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan.
Responsivenss, yaitu respon atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, yang meliputi: kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam menangani transaksi, dan penanganan keluhan pelanggan/ pasien.
Assurance,meliputi kemampuan karyawan, pengetahuan terhadap produk secara tepat, kualitas keramah-tamahan, perhatian dan kesopanan dalam memberi pelayanan, kertampilan dalam memberi informasi, kemampuan dalam memberikan keamanan didalam memanfaatkan jasa yang ditawarkan dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan pelanggan.
Dimensi kepastian atau jaminan ini merupakan gabungan dari dimensi :
1. Kompetensi ( Competence ), artinya ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh para karyawan untuk melakukan pelayanan.
2. Kesopanan ( Courtesy ) meliputi keramahan, perhatian dan sikap para karyawan.
3. Kredibilitas ( Credibility ), meliputi hal-hal yang berhubungan dengan
kepercayaan kepada perusahaan, seperti reputasi, prestasi dan sebagainya.
Emphaty, yaitu perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti kemudahan untuk menghubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelanggannya.
Dimensi Emphaty ini merupakan penggabungan dari dimensi :
1. Akses (Access), meliputi kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan.
2. Komunikasi ( Comunication ), merupakan kemampuan melakukan komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada pelanggan atau memperoleh masukan dari pelanggan.
Tangibles, meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan Front office, tersedianya tempat parkir, kebersihan, kerapihan dan kenyamanan ruangan, kelengkapan peralatan komunikasi dan penampilan karyawan.

Pada dimensi kualitas produk ini, sasaran proses produksi ialah membuat produk sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan konsumen yang akan dijawab. Produk kaca misalnya, dibutuhkan sebagai komponen bangunan perumahan, komponen mebel, mobil, mobil pejabat negara dan untuk atraksi film. Bagi actor, kaca yang berkualitas tinggi adalah yang mudah pecah dalam adegan laga tapi tidak melukai aktornya. Untuk mobil pejabat tinggi yang anti peluru,sedangkan rumah kacanya yang jernih, rata dan tahan terhadap perubahan cuaca.

STRATEGI PEMASARAN UNTUK MEMENANGKAN PESAING
Persaingan antar perusahaan merupakan hal yang wajar terjadi, karena suatu produk yang ditawarkan oleh satu perusahaan sangat dimungkinkan ditawarkan pula oleh perusahaan lain, dengan tipe dan karakteristik yang relatif sama. Apalagi masing-masing perusahaan tersebut tak henti-hentinya berupaya untuk senantiasa meningkatkan kualitas produk dan pelayanannya. Namun perlu kita ingat, bahwa sumberdaya dan kapabilitas perusahaan sangat dimungkinkan berbeda, satu dengan yang lainnya. Sebagai perusahaan yang bersaing, adalah wajar apabila mencari tahu tentang keunggulan bersaing apa yang dimilikinya, dibandingkan dengan pesaingnya.
Michael Porter (1985) dalam teori manajemennya memperkenalkan “Five Force” yaitu lima kekuatan yang menjadi ancaman dalam persaingan yaitu:
1. Ancaman pertama datang dari pesaing yang menawarkan produk atau jasa dengan karakteristik yang relatif sama bahkan telah cukup lama menjadi kompetitor.
2. Ancaman kedua datang dari pesaing baru yang juga menawarkan produk atau jasa yang relatif sama. Dalam era globalisasi informasi, belum tentu yang dimaksud dengan para pesaing baru adalah perusahaan yang secara fisik datang dari lingkungan geografis lokal, tapi dimungkinkan perusahan pesaing tersebut datang dari negara lain, yang dengan kekuatan teknologinya mampu menawarkan produk atau jasa melalui jalur komunikasi semacam internet.
3. Ancaman ke tiga datang dari perusahaan yang dengan kemampuan sumberdaya dan kapabilitasnya, mampu menawarkan produk atau jasa subtitusi, yang memiliki nilai manfaat yang lebih baik dari produk atau jasa yang dihasilkan perusahaannya.
4. Ancaman ke empat datang dari rekanan yang merupakan supplier (pemasok) bahan-bahan mentah atau bahan baku yang dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa. Logikanya sangat mudah, jika ada perusahaan lain yang lebih menguntungkan dimata pemasok, tidak menutup kemungkinan pemasok tersebut akan memutuskan pasokannya ke perusahaan, jelas perusahaan akan gulung tikar, karena tidak mendapatkan lagi pasokan bahan baku untuk memproduksi barang atau jasa.
5. Ancaman berikutnya berasal dari para pelanggan sendiri, karena pelanggan memiliki kekuatan yang lebih besar dalam menentukan produk-produk mana yang akan dipilihnya, belum lagi tuntutan pelanggan untuk menuntut pelayanan yang prima dan unik sebagai konsekuensi logis dari konsep Customers Satisfaction ( Kepuasan Pelanggan ).
Dari sudut pandang proses bisnis, pengelolaan informasi-informasi tersebut merupakan upaya yang sangat penting, karena kemampuan suatu perusahaan dalam memanfaatkan informasi dan menyampaikan strategi berdasarkan informasi yang telah tersedia, menjadi sebuah alat yang ampuh dalam proses Decision Support System (DSS) atau proses pengambilan keputusan dari aktifitas bisnis tersebut. Raymond McLeod, Jr (2001) berpendapat bahwa penyediaan informasi mengenai keseluruhan kinerja perusahaan bagi para eksekutif, tidaklah mungkin dilakukan secara manual, melainkan harus didukung sepenuhnya dengan sistem komputerisasi yang disebut Computer-Base Executive Information System, para eksekutif dapat membangun Executive Information System (EIS) berdasarkan tiga konsep dasar manajemen, yaitu:
1. Critical Success Factor, dimana para eksekutif senatiasa dapat memantau seberapa baik perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan dan faktor-faktor penentu keberhasilan dari perusahaan tersebut.
2. Management By Exeption dimana para eksekutif dapat melakukan tindakan segera, berdasarkan tampilan informasi dilayar komputer, mengenai perbandingan kinerja yang di rencanakan dengan kinerja aktual.
3. Mental Model, dimana para eksekutif membuat penilaian dan perkiraan untuk memahami fenomena yang terjadi melalui Information Compression yang disarikan dari data dan informasi perusahaan, sehingga melalui gambaran atau model mental operasi perusahaan tersebut, memudahkan para eksekutif dalam memutuskan tindakan yang perlu diambil dalam waktu segera.
Edward David (2000) berpendapat bahwa evolusi Sistem Informasi Eksekutif dan DSS telah berkembang menjadi konsep Business Intelligence (Intelejen Bisnis), yaitu suatu cara untuk mengumpulkan, menyimpan, mengorganisasikan, membentuk ulang, meringkas data serta menyediakan informasi, baik berupa data aktifitas bisnis internal perusahaan, maupun data aktifitas bisnis eksternal perusahaan termasuk aktifitas bisnis para pesaing yang mudah diakses serta dianalisis untuk berbagai kegiatan manajemen. Istilah ”Intelejen Bisnis” mengandung arti melakukan kegiatan penyelidikan dalam dunia bisnis dengan menggunakan konsep-konsep dan metode dunia inteljen militer yang diaplikasikan dalam dunia bisnis secara sistematis dan berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah, serta dilakukan secara terbuka, berbeda dengan istilah ”spionase bisnis” yang kegiatan penyelidikannya dilakukan secara rahasia, ilegal dan tertutup, misalnya pencurian data penting di perusahaan tertentu.
Dengan Business Intelligence, manajemen akan mendapatkan informasi yang berkualitas dari kegiatan bisnisnya secara tepat waktu, akurat dan reliabel melalui saluran komunikasi data, sehingga memudahkan pimpinan perusahaan dalam proses pengambilan keputusan yang penting dan bersifat strategis, seperti tujuan jangka panjang perusahaan, pengembangan perusahaan serta tujuan khusus yang akan dicapai perusahaan, Semakin tinggi tingkat kompetisi antar perusahaan, maka peranan Business Intelligence menjadi semakin penting.
Business Intelligence menyakut berbagai aktifitas diantaranya;
1. Studi perusahaan pesaing produk sejenis dan strategi memenangkan persaingan.
2. Mengelola informasi mengenai data statistik pelanggan potensial, area potensial, kondisi ekonomi, sosial budaya dan politik lingkungan dunia usaha.
3. Pengamatan daerah operasi bisnis untuk kepentingan strategis perusahaan untuk mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal perusahaan.
4. Analisa Pasar mengenai jumlah dan area peredaran produk yang diminati oleh pelanggan, ancaman dan peluang yang ada, masa depan produk, tendensi pasar dll.
Cliff Nelson (1997) dari PT. Oracle Indonesia menjabarkan prinsip-prinsip Business Intelligence dibangun berdasarkan karakteristik-karakteristik baru, yaitu:
1. Keterbukaan
Kemajuan konsep-konsep bisnis seperti E-Commerce, E-Business atau E-Government, menuntut adanya peningkatan nilai keterbukaan informasi, salah satunya disebabkan oleh pemanfaatan World Wide Web (WWW) di dunia internet yang berdampak pada tuntutan bagi para pimpinan perusahaan untuk senantiasa menyajikan dan sekaligus melindungi kepemilikan informasi rahasia perusahaan, melalui aplikasi-aplikasi teknologi yang tepat guna. Selain itu juga dapat membantu manajemen puncak untuk menggunakan Business Intelligence dengan cara tak terbatas dalam menjalankan manajemen bisnis sehari-hari. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pelanggan dan pengguna internet di Indonesia yang pada tahun 2003 diperkirakan mencapai 800.000 pelanggan dan 7.550.000 pengguna, dengan dukungan sekitar 135 ISP (Internet Service Provider) sumber : APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia).
2. Sensitivitas Waktu
Dengan diimplementasikan konsep on-line computing di lingkungan perusahaan untuk mendukung proses bisnisnya, maka kebutuhan akan informasi menjadi bersifat peka waktu (time-sensitive). Seperti inilah yang dituntut oleh seorang pimpinan perusahaan modern untuk mengelola rangkaian entitas bisnis, karena eratnya relevansi waktu dengan informasi operasional yang akurat dalam proses pengambilan keputusan bisnis.

3. Ketepatan
Dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip Business Intelligence dalam sebuah computer network diperlukan ketepatan data atau informasi, baik yang bersumber dari internal maupun dari eksternal perusahaan, sehingga sangat dimungkinkan suatu perusahaan benar-benar dengan mudah mengekstraksi informasi secara on-line dengan tepat, seperti prakiraan penjualan, logistik dan manajemen mata rantai suplai, tingkah laku dan kepuasan konsumen, analisa biaya dan manajemen finansial, perencanaan sumberdaya manusia dan pengembangan produk.
4. Saling Ketergantungan
Untuk benar-benar efisien dan terdepan dalam persaingan bisnis, para pemimpin bisnis perlu untuk mengikuti perkembangan di sekitar perusahaannya. Bukan hanya perkembangan yang terjadi di dalam perusahaan sendiri, tetapi juga perkembangan di luar perusahaannya, termasuk di dalamnya mitra bisnis, pelanggan dan pemasok. Dengan adanya tingkat ketergantungan tersebut, manajemen puncak perlu menjaga mitra bisnis mereka dengan mengikuti segala gerakan-gerakan strategis yang menentukan arah bisnis.
5. Tipe Data
Pandangan tradisional, bahwa informasi korporat kebanyakan berbasis teks (text-based) merupakan pandangan yang sudah usang, karena kenyataan yang ada saat ini pangkalan data atau Data Warehousing di suatu perusahaan tidak dibatasi hanya berupa data tekstual, akan tetapi terdiri dari berbagai tipe data dengan format yang berbeda, seperti video, audio, tekstual dan data spasial. Hal ini tentu meningkatkan kekayaan informasi dari manajemen informasi perusahaan dan sejalan dengan tuntutan dalam Business Intelligence, karena keberadaannya telah memperluas batas-batas analisa dan presentasi data untuk mendukung sistem informasi eksekutif, apalagi data multimedia tersebut ditampilkan dengan berbasis internet. Oleh karena itu para desainer Business Intelligence System perlu mewaspadai perkembangan ini, agar Executive information layer dapat memanfaatkan beragam tipe data tersebut dan menggunakannya untuk meyakinkan dalam proses pengambilan keputusannya.
IDENTIFIKASI PESAING
Beberapa informasi yang dibutuhkan dalam mengidentifikasi pesaing
adalah:
a. Apa yang pesaing sedang kerjakan dan dapat dikerjakan?
Atas dasar beberapa analisis keunggulan, informasi yang kuantitatif dan faktual mengenai apa pesaing yang mampu lakukan, apa yang dipunyai atau dimiliki, apa yang sedang dilakukan dan apa hasilnya. Pendekatan yang lebih terpusat, khususnya terpusat pada area perusahaan mempunyai keunggulan kompetitif atas sumber-sumbernya.
Meskipun pengumpulan data dan fakta adalah penting, tetapi yang lebih penting adalah pengevaluasian dan interprestasi atas apa yang dihasilkan. Evaluasi berarti menilai setiap aspek dari bisnis pesaing seperti distribusi, pemasaran dan penjualan, manufaktur dan operasi, penilaian, organisasi dan moral, kemampuan kepemimpinan dan kedalamannya dan portofolio yang berkaitan dengan kelemahan dan kekuatan secara operasional sebab kekuatan adalah saat hal dimana perusahaan diuji oleh pelanggan dan ditakuti pesaing, sedang kelemahannya adalah hal yang sebaliknya.
Interprestasi mengambil fakta-fakta dasar dan evaluasinya sebagai kekuatan dan kelemahan dan menanyakan beberapa pertanyaan kunci, pertanyaan yang tajam adalah sebagai berikut :
- Apa inti kapabilitas pesaing?
- Apa kemampuan pesaing untuk tumbuh?
- Apa kemampuan pesaing untuk merespon dan berubah?
- Apa kemampuan pesaing untuk bersikeras?



b. Apa yang mungkin dilakukan oleh pesaing?
Informasi yang berkaitan dengan tindakan yang akan dilakukan pesaing sangat diperlukan terutama berkaitan dengan aspek akuntansi, peluang untuk melakukan ekspansi dan aspek fungsional perusahaan. Untuk mengetahui secara jelas arah tindakan yang akan dilakukan oleh pesaing maka kita perlu memahami tujuan dan asumsi yang digunakan pesaing.
c. Profil Responden Pesaing
Kombinasi dari analisis tujuan pesaing dan asumsi-asumsi ini bersama-sama dengan kapabilitas dan strategis-strategis saat ini dapat digunakan perusahaan untuk meramalkan profil respon pesaing. Profil respon menceritakan tindakan tindakan macam apa yang mungkin diambil pesaing dalam merespon tindakan-tindakan perusahan itu sendiri. Secara teoritis, persoalan ini komplek. Seorang ekonommis menggunakan istilah variasi konjungtur mengarah pada apa yang diketahui tentang kemungkinan dan intensitas dari respon-respon pesaing. Secara khusus, variasi konjungtur adalah apa yang dipercaya mengenai hubungan antara perilakku perusahaan itu sendiri dan tindakan yang berhubungan dengan mazimize return yang akan diambil oleh pesaing.

METODE IDENTIFIKASI PESAING
Pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pesaing menurut John A. Czepiel dalam bukunya Competitive Marketing Strategy antara lain:
a. Pendekatan dari sisi supply untuk mengidentifikasi pesaing yang relevan ( Supply side approach )
b. Pendekatan dengan mendefinisikan pesaing sebagaimana yang didefinisikan oleh pelanggan ( Demand side approach )

Supply Side Approach
Semakin banyak pesaing langsung bersaing atas pelanggan yang sama persis dengan cara yang pasti sama seperti yang dilakukan perusahaan. Pesaing menjual produk yang sama, yang dibuat dengan teknologi yang sama, kepada pelanggan yang sama melalui saluran yang sama. Jika perusahaan tidak dapat memenangkan pelanggannya dalam melawan pesaing yang identik, maka tidak mungkin perusahaan dapat bersaing dengan lebih baik melawan pesaing langsungnya.
Dalam arti yang lebih umum, sebuah perusahaan pesaing adalah perusahaan-perusahaan yang strateginya bertentangan dengan perusahaan kita.
Ada dua pendekatan untuk mengidentifikasi tingkat konflik strategi dari dua perusahaan.
1. Pendekatan Abell
Derek Abell menganjurkan bahwa sebuah bisnis dapat didefinisikan sepanjang sejumlah dimensi seperti kelompok pelanggan, teknologi produk dan fungsi yang dilayani oleh produk. Dimensi ini berkaitan dengan cara dan tempat yang dipilih untuk bersaing terutama:
a. Produk-produk yang ditawarkan. Produk-produk yang ditawarkan dapat didefinisikan dalam tiga dimensi: fungsi-fungsi, teknologi dan material (bahan baku).
Fungsi pelanggan, ditekankan pada kebutuhan apa yang perlu dipuaskan (what) T
Teknologi, menceritakan bagaimana fungsi pelanggan akan dipuaskan (how)
 Material, yaitu dengan membedakan bahan untuk memproduksinya.
b. Jenis pelanggan yang dipilih kelompok pelanggan yang dilayani ( who).
2. Kelompok Strategis (group strategic)
Pendekatan ini mengidentifikasikan pesaing berdasarkan pada perbedaan-perbedaan strategis-strategis perusahaan dalam di sebuah industri. Dengan demikian hal ini merupakan suatu konsep yang lebih umum dari pendekatan Abell tentang definisi bisnis. Seperti dalam pendekatan definisi bisnis, sebuah konsep secara intuisi adalah menarik dan dapat dimengerti. Contoh, sebuah hipotesis industri mungkin tersusun atas tiga kelompok strategis:
Sekumpulan perusahaan besar yang mencapai tujuan dengan strategi produksi berbiaya rendah atas produk-produk yang terstandarisasi melalui outlet-outlet mass-market.
Sekumpulan perusahan lain yang strateginya berpijak pada kualitas yang tinggi, deferensiasi dan produk lain yang dijual melalui toko – toko khusus.
Sekumpulan kecil perusahaan memperoleh keunggulan strategi dengan spesialisasi dalam melayani kelompok pelanggan khusus atau memproduksi produk – produk dalam jumlah terbatas.
Konsep kelompok strategi digunakan dalam mengindentifikasi dan menganalisis pesaing karena anggota – anggota dari kelompok strategi tidak hanya menyerupai satu sama lain tetapi juga dipengaruhi dengan cara yang sama oleh beberapa peristiwa dalam lingkungan, yang berarti:
(1) Persamaan dalam strategi mereka berarti bahwa mereka akan merespon dalam satu yang sama atas ancaman atau perubahan persaingan.
(2) Sementara semua perusahaan-perusahaan dalam satu industri berada pada persaingan tingkat Internasional, perusahaan-perusahaan dalam kelompok strategi yang sama bersaing lebih terbuka di antara mereka sendiri dari pada dengan perusahaan-perusahaan di lain kelompok.
(3) Persaingan diantara lelompok tidak sama – berbagai pasangan kelompok mungkin bersaing lebih atau kurang insentif. Dengan mengamati keberhasilan kelompok-kelompok strategi yang berbeda, perusahaan dapat mengerti dengan lebih baik kelemahan dan kekuatan yang terkait dari satu strategi disbanding strategi lain.







DEMAND SIDE APPOACH
Pada tingkat ini pesaing-pesaing diidentifikasi dengan sangat baik oleh pelanggan – dari sisi demand – dari pada oleh karakteristik penawaran.
1. Substitution in use (Penggantian Barang Pengganti)
Pemikiran sekarang tentang indentifikasi struktur bersaing bagi barang given didasarkan pada ide substitution use (penggantian barang pengganti). Ada tiga premis yang mendasari ide ini :
1) Orang melihat manfaat yang diperoleh sari produk tersebut dari pada produk itu sendiri.
2) Kebutuhan untuk kepuasan dan manfaat yang sedang dicari didekte oleh situasi pemakaian atau penerapan yang sedang direnungkan.
3) Produk dan teknologi dipertimbangkan dari seperangkat pengganti jika mereka dirasa menyediakan fungsi-fungsi yang memuaskan kebututhan yang berada dengan pemakaian yang dimaksud. Yang menentukan sebuah persaingan langsung produk, selanjutnya mungkin menyediakan satu jawaban yang mengatakan “tergantung pada:
Sejumlah situasi pemakaian yang berbeda yang pelanggan hadapi
Karakteristik pemakaian meliputi jumlah jenis produk dan brand yang seorang pelanggan terbaik dan memilih diantaranya.
2. Penggunaan Prilaku Pembelian Untuk Mengindentifikasi Pesaing
Tidak masalah beberapa banyak perasaan logis sebuah analisis yang demikian sebagai penciptaan yang tidak jadi dilakukan. Hal ini berdasarkan pada apa yang dikatakan pelanggan, bukan pada apa yang mereka lakukan. Beberapa peneliti telah mengembangkan tehnik yang berdasarkan pada aktual. Sedangkan menurut Vithara R. Rao dan Joel H. Steckel dalam bukunya The New Science of Marketing beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi pesaing adalah: Identifying Competitors Inside The Industry Or Product Category Sebagaian besar persaingan langsung suatu produk berasal dari hal lain dalam kategori produk yang sama (seperti Coca Cola bersaing dengan Pepsi pada 10 tahun yang lalu sampai sekarang). Sejak persaingan merupakan suatu matter of degree, hal ini mungkin bahwa semua perusahaan dalam kategori produk tidak akan sama persaingannya dengan pemberian merek.
PRODUCT BUNDLING
Dalam marketing, Product bundling adalah strategi untuk menggabungkan penjualan beberapa produk menjadi satu paket penjualan. Strategi ini sangat umum digunakan dalam bisnis software, sebagai contoh : Microsoft memaketkan software pengolah kata, spreadsheet, dan database kedalam satu paket Office suite yang disebut sebagai Microsoft office suite, dalam industri masakan cepat saji, beberapa item produk ditawarkan menjadi satu paket khusus.
Strategi ini akan memiliki tingkat keberhasilan tinggi apabila :
Biaya produksi rendah
Pangsa pasar cukup besar
Konsumen berminat karena ada unsur penyederhanaan dalam proses pembelian produk dan dapat mengambil manfaat dari pembelian produk.
Rata-rata marginal cost rendah
Customer acquisition cost tinggi
Product bundling sangat tepat untuk produk yang memiliki volume penjualan dan tingkat keuntungan yang tinggi. Menurut riset Yanis Bakos dan Erik Brynjolfsson, product bundling sangat tepat dan efektif apabila diterapkan pada produk “informasi digital” yang memilik marginal cost nyaris nol.
Pada pasar oligopolistik dan monopolistik, product bundling akan nampak tidak fair, karena pilihan produk sangat terbatas bagi konsumen, hingga mereka tidak punya pilihan lain.
Pure bundling terjadi apabila konsumen hanya bisa membeli keseluruhan paket. Mixed bundling terjadi apabli konsumen bisa memilih antara membeli keseluruhan paket atau dapat membeli secara terpisah
PRODUCT LINING
Product Lining adalah strategi pemasaran untuk menjual beberapa jenis produk. Tidak seperti product bundling, product lining menjual terpisah beberapa produk yang saling berkaitan. Satu lini produk terdiri dari beberapa product dengan berbagai variasi ukuran, tipa warna, kualitas atau harga.
Line depth (kedalaman lini) mengacu pada jumlah varian produk dalam satu lini.
Line consistency ( konsitensi lini ) mengacu pada seberapa dekat hubungan antar satu lini
Line Vulnerability (tingkat kekuatan lini) mengacu pada persentase penjualan atau keuntungan yang dapat diambil dari sebagian kecil produk dalam satu lini
Beberapa lini produk berbeda yang dijual oleh satu perusahaan disebut width of product mix (rentang bauran produk). Jumlah keseluruhan produk yang dijual pada seluruh lini produk disebut length of product mix.
Penambahan produk baru pada satu lini produk disebut sebagai line extension. Jika line extension memiliki kualitas yang lebih baik dari produk lainnya disebut sebagai tindakan trading up atau brand leveraging. Namun jika line extension tersebut memiliki kualitas dibawah produk lainnya maka tindakan itu disebut sebagai trading down. Saat anda melakukan trading down, kita telah melakukan tindakan bodoh, karena selain menurunkan brand equity keuntungan yang kita peroleh hanyalah keuntungan jangka pendek.
Price Lining adalah kegiatan di mana kita menggunakan batasan harga untuk seluruh produk dalam satu lini. Teknik ini biasa digunakan oleh toko yang menggunakan satu harga untuk seluruh produknya semisal toko serba lima ribu dimana seluruh barang yang dijual di toko tersebut berada dalam kisaran harga lima ribu.

Kamis, 06 Mei 2010

kebijakan dividen

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Ketika sebuah perusahaan berekspansi, perusahaan akan memerlukan modal dan modal tersebut dapat berasal dari utang mapun ekuitas. Utang memiliki dua keunggulan penting. Pertama, bunga yang dibayarkan dapat menjadi pengurang pajak yang selanjutnya akan menurunkan biaya efektif utang tersebut. Kedua, kreditor akan mendapatkan pengembalian dalam jumlah tetap, sehingga pemegang saham tidak harus membagi keuntungannya jika bisnis berjalan dengan sangat baik.
Namun, utang juga mempunyai kelemahan. Pertama, semakin tinggi rasio utang, maka perusahaan akan semakin berisiko. Namun perusahaan juga mempunyai masalah yang mempengaruhi kebijakan distribusi kas. Sebagian besar perusahaaan membuat sebuah kebijakan yang akan memperhitungkan ramalan arus kas dan pengeluaran modalnya.



2. Perumusan Masalah
a. Apa saja yang termasuk dalam sumber-sumber pendanaan dalam perusahaan?
b. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi sumber-sumber dana perusahaan?
c. Bagaimanakah keputusan pendanaan yang baik dalam perusahaan?

3. Tujuan penelitian
a. Agar kita mengetahui apa saja yang termasuk dalam sumber pendanaan dalam perusahaan.
b. Agar kita mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sumber-sumber dana perusahaan.
c. Agar kita mengetahui bagaimana keputusan pendanaan yang baik dalam perusahaan.


BAB II
ISI
S U M B E R P E N D A N A A N

KEBIJAKAN DIVIDEN
Kebijakan dividen adalah bersangkutan dengan penentuan pembagian pendapatan antara penggunaan pendapatan untuk dibayarkan kepada para pemegang saham untuk digunakan di dalam perusahaan yang berarti pendapatan tersebut harus ditahan dengan kata lain kebijakan dividen berkaitan dengan penentuan beberapa proporsi dari laba yang akan dibagikan sebagai dividen dan berapa poporsi yang ditahan untuk diinvestasikan kembali. Hal ini timbul karena adanya perbedaan kepentingan antara pemegang saham dan perusahaan.
Faktor-faktor kebijakan dividen:
1. Peraturan Hukum
Peraturan hukum menentukan bahwa dividen harus dibayar dari keuntungan, baik keuntungan tahun yang sedang berjalan maupun tahun-tahun silam. Undang-undang ada tiga peraturan yaitu:
 Peraturan mengenai laba bersih menentukan bahwa dividen dapat dibayar dari laba dahulu dan laba sekarang.
 Peraturan mengenai tindakan yang merugikan modal akan melindungi para kreditor dengan melarang pembayaran dividen dengan menyedot dana modal.
 Peraturan mengenai tak mampu bayar menentukan bahwa perusahaan tidak boleh membayar dividen jika tak mampu.
2. Posisi Likuiditas
Laba yang ditahan biasanya diinvestasikan dalam bentuk harta yang diperlukan untuk menjalankan usaha. Laba yang ditahan dari tahun-tahun dahulu telah diinvestasikan dalam bentuk mesin dan peralatan, bahan persediaan dan barang lainnya.


3. Perlunya membayar kembali pinjaman
Jika perusahaan telah membuat pinjaman untuk memperluas usaha atau untuk pembiayaan lainnya, maka ada dua jalan yang dapat dipilih. Ia dapat melunasi pinjamannya pada saat jatuh tempo dengan jalan menggantinya dengan surat berharga lainnya atau ia dapat menyisihkan dengan cadangan untuk melunasi pinjaman itu nantinya.
4. Keterbatasan karena kontrak pinjaman
Kontrak pinjaman, apalagi jika menyangkut pinjaman jangka panjang, seringkali membatasi kemampuan perusahaan utnuk membayar dividen tunai. Pembatasan yang dimaksudkan untuk melindungi para kreditor biasanya menyatakan:
 Dividen yang akan datang hanya boleh dibayar dari keuntungan yang diperoleh sesudah ditandatanganinya kontrak pinjaman itu.
 Dividen tidak boleh dibayarkan jika modal kerja bersih jumlahnya lebih dari suatu jumlah tertentu.
5. Tingkat perluasan aset
Semakin cepat tumbuhnya perusahaan, semakin besarnya kebutuhan untuk membiayai pengembangan asset perusahaan.
6. Tingkat keuntungan
Tingkat keuntungan harta akan menentukan manakah yang lebih relatif menarik, membagikan keuntungan dalam bentuk dividen kepada para pemegang saham atau tetap menggunakannya di dalam perusahaan itu.
7. Stabilitas keuntungan
8. Pintu pasaran modal
9. Kontrol

Beberapa bentuk kebijakan dividen
1. Kebijakan dividen rasio pembayaran konstan adalah kebijakan yang didasarkan dengan persentase tertentu dari pendapatan. Masalah dengan kebijakan ini adalah jika pendapatan perusahaan turun pada suatu periode tertentu maka dividen menjadi rendah.














2. Kebijakan dividen teratur adalah kebijakan dividen yang didasarkan atas pembayaran dividen dengan rupiah yang tetap dalam setiap periode.














3. Kebijakan dividen rendah teratur dan ditambah ekstra adalah kebijakan dividen yang didasarkan pembayaran dividen rendah yang teratur ditambah dengan dividen ekstra jika ada jaminan pendapatan.

Stock dividen
Stock dividen adalah pembayaran tambahan saham kepada pemegang saham. Stock dividen tidak lebih dari penyusunan kembali modal perusahaan. Tujuan perusahaan memberikan stock dividen adalah untuk menghemat kas karena ada kesempatan investasi yang lebih menguntungkan.

Stock Split
Stock split adalah pemecahan nilai nominal saham ke dalam nilai nominal yang lebih kecil. Dengan demikian jumlah lembar saham yang beredar akan meningkat proporsional dengan penurunan nilai nominal. Tujuan stock split adalah untuk menempatkan harga pasar saham dalam trading range tertentu.

SUMBER DANA JANGKA PENDEK
Sumber dana jangka pendek di dalam perusahaan biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. Dana jangka pendek ini bisa dikelompokkan ke dalam dua jenis yaitu:
1. Pendanaan Spontan
Pendanaan spontan merupakan sumber dana yang mengikuti perubahan aktivitas perusahaan, apabila aktivitas perusahaan berubah maka jumlah dana spontan juga akan ikut berubah.
Ex: pendanaan yang banyak dimiliki oleh perusahaan adalah hutang dagang ( kredit perdagangan )
Perusahaan biasanya membeli bahan atau barang persediaan secara kredit dari perusahaan lain dan membukukannya sebagai hutang dagang. Hutang dagang atau kredit perdagangan ( trade credit ) adalah kredit jangka pendek terbesar bagi perusahaan di mana jumlahnya dapat mencapai 40% keseluruhan hutang lancar pada perusahaan bukan lembaga keuangan.
Kredit perdagangan merupakan sumber permodalan spontan yang timbul dari transaksi perdagangan sehari-hari.

2. Pendanaan tidak spontan
Pendanaan tidak spontan merupakan sumber dana yang apabila diinginkan berubah memerlukan proses negosiasi. Sumber dana ini memerlukan perjanjian formal untuk memperolehnya seperti dengan bank, lembaga keuangan bukan bank atau perusahaan lain. Adapun ciri-ciri pendanaan spontan ini adalah:
 Direncanakan terlebih dahulu dan dinegosiasikan, tidak berfluktuasi secara spontan dengan tingkat aktivitas.
 Saat pinjaman cair biasanya perusahaan mendapatkan uang tunai.
 Beban bunga pinjaman terlihat eksplisit.
Sumber dana tidak spontan ini antara lain:
1. Hutang bank: Kredit Modal Kerja dan Kredit Usaha Kecil
2. Commercial Paper yaitu surat hutang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor yang menyajikan investasi di pasar uang.

Persyaratan kredit
Persyaratan kredit adalah uraian kewajiban pembayaran oleh pembeli yaitu:
1. Sifat ekonomis dari produk
Komoditi dengan perputaran penjualan yang tinggi biasanya dijual dengan jangka persyaratan kredit yang relatif pendek karena pembeli dapat dengan cepat menjual barangnya sehingga pembayaran kepada penjual dapat dilakukan dengan cepat. Barang-barang makanan dan minuman mempunyai perputaran yang tinggi tetapi harus diperhatikan juga kemudahan rusaknya. Jangka waktu kredit untuk perdagangan buah-buahan dan sayuran segar bias 5 sampai 10 hari tetapi makanan kalengan bisa 15 sampai 30 hari. Persyaratan jangka waktu kredit untuk barang-barang yang lambat perputarannya. Persyaratan jangka waktu kredit untuk barang-barang yang lambat perputarannya seperti perhiasan dapat mencapai 6 bulan atau lebih.
2. Keadaan penjual
Penjual dengan keadaan keuangan lemah akan mensyaratkan penjualan secara tunai atau kredit dengan jangka waktu yang sangat pendek. Misalnya: peternak yang menjual hewan kepada pabrik pengalengan daging biasanya dilakukan secara tunai.
3. Keadaan pembeli
Secara umum, pengecer yang sehat keuangannya dan menjual barangnya secara kredit, sebagai imbalan juga akan menikmati jangka waktu yang lebih panjang dari supplier.
4. Potongan kas
Potongan kas adalah pengurangan harga yang didasarkan kepda pembayaran dalam jangka waktu tertentu. Kerugian karena tidak memanfaatkan potongan kas seringkali melebihi suku bunga bila pembeli meminjam dari luar.

Komponen Kredit Perdagangan
Kredit perdagangan dapat dipecah dalam dua komponen yaitu:
1. Kredit perdagangan yang bebas meliputi kredit yang diterima dalam masa potongan atau rabat.
2. Kredit perdagangan yang mahal adalah jumlah kredit di atas jumlah kredit yang bebas.
Pentingnya Kredit perdagangan sebagai sumber permodalan
Kredit perdagangan merupakan sumber permodalan yang penting dan mudah, khususnya untuk perusahaan kecil. Sebuah perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan kualifikasi untuk mendapatkan kredit dari bank.







SUMBER DANA JANGKA MENENGAH
Pembiayaan jangka menengah akhir-akhir ini telah berkembang dengan cepat. Ragam dan sumber pembiayaan pun bertambah. Secara umum pembiayaan yang berjangka antara satu hingga sepuluh tahun dapat dikategorikan ke dalam pembiayaan jangka menengah.
Jenis Pembiayaan Jangka Menengah
1. Term Loan dan Equipment Loan
Term Loan adalah salah satu jenis pembiayaan jangka menengah. Term Loan ini biasanya disediakan oleh commercial bank, incurance, pension funds, lembaga pembiayaan pemerintah dan supplier perlengkapan. Dipandang dari biaya modalnya, ter loan ini memiliki biaya yang lebih rendah daripada modal saham ataupun obligasi. Hal ini disebabkan karena jika perusahaan harus mengeluarkan saham atau obligasi maka harus membayar emisi, pendaftaran dan biaya lain yang berkaitan dengan pengeluaran saham dan obligasi. Selain itu semua perusahaan memenuhi persyaratan utnuk menjual saham obligasi.
Besarnya tingkat bunga term loan ditentukan oleh beberapa faktor seperti tingkat bunga umum, besar kecil pinjaman, jatuh tempo, jumlah utang yang dimiliki sebelumnya dan faktor lainnya. Pada umumnya tingkat bunga term loan cenderung lebih besar daripada tingkat bunga jangka pendek karena pemberian term loan dianggap lebih berisiko dibandingkan dengan utang jangka pendek. Salah satu risiko term loan adalah interest rate risk yaitu risiko akibat perubahan tingkat bunga. Risiko yang lain adalah default risk yaitu risiko tidak terbayarnya term loan oleh peminjam.
Equipment loan adalah pembiayaan yang digunakan untuk pengadaan perlengkapan baru. Equipment loan biasanya diberikan untuk pelengkapan yang dengan mudah diperjualbelikan, bukan perlengkapan yang terspesialisasi. Equipment loan diberikan oleh commercial bank, penjual perlengkapan. Perusahaan asuransi, pension funds dan lembaga pembiayaan lainnya.

2. Pembiayaan Leasing
Leasing adalah suatu kontrak antara pemilik aktiva ( lessor ) dan pihak lain yang memanfaatkan aktiva ( lessee ) untuk jangka waktu tertentu. Salah satu manfaat leasing adalah bahwa lessee dapat memanfaatkan aktiva tanpa harus memiliki aktiva tersebut. Sebagai kompensasi manfat yang dinikmati maka lessee mempunyai kewajiban untuk membayar secara periodik sebagai sewa aktiva yang digunakan. Manfaat lain adalah lessee tidak perlu menanggung biaya perawatan, pajak dan asuransi.
Bentuk-bentuk leasing
1. Sale and Leasback
Sale and leaseback adalah di mana perusahaan yang memiliki aktiva seperti tanah, bangunan dan peralatan pabrik menjual aktiva tersebut untuk periode tertentu. Pembeli aktiva tersebut seperti bank, perusahaan asuransi, leasing, pegadaian atau investor individu. Biasanya aktiva tersebut dijual dengan nilai pasar. Manfaat dari sale and leasback adalah penjual atau lessee menerima pembayaran segera sebagai tambahan dana yang dapat diinvestasikan ke investasi lain.
2. Operating Leases
Pada leasing ini lessor menyediakan pendanaan sekaligus biaya perawatan yang keseluruhannya tercakup dalam pembayaran leasing.
3. Financial atau Capital Leases
Bentuk leasing ini berbeda dengan operating leases karena lessor tidak menanggung biaya perawatan. Pada umumnya lessee harus membayar pajak dan asuransi aktiva objek leasing tersebut.

PASAR MODAL EFISIEN
Pada umumnya situasi pasar modal efisien menunjukkan hubungan antara harga pasar dan bentuk pasar. Pengertian harga pasar dalam hal ini adalah harga saham yang ditentukan dan dibentuk oleh mekanisme pasar modal tidak mudah untuk didefinisikan,mengingat hal itu meliputi sejumlah aktiva ( kejadian yang berpengaruh pada beberapa keadaan. Efisiensi pasar modal yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi. Adanya berbagai situasi dan kondisi yang berbeda di antara negara yang satu dengan yang lainnya menyebabkan efisiensi pasar pada suatu negara yang satu dengan yang lain. Dengan melihat latar belakang yang berbeda, maka tingkat efisiensi pasar modal pada beberapa negara juga akan berbeda.

Bentuk Efisiensi Pasar
Bentuk efisiensi pasar ditentukan oleh informasi yang tersedia. Informasi yang tercermin dalam harga saham akan menentukan bentuk pasar efisien yang dapat dicapai. Tentu saja tingkatan efisiensi ini semata-mata merupakan kinerja suatu perusahan sendiri atau kinerja lembaga keuangan, Bapepam, Pemerintah ataupun kinerja lembaga lainnya, akan tetapi merupakan kinerja keseluruhan pelaku pasar modal yang secara bersama-sama mendukung rekayasa sistem guna menciptakan pasar efisien. Secara teori dikenal tiga bentuk pasar modal yang efisien, yaitu:
1. Hipotesa pasar efisien bentuk lemah ( the weak form efficient market hypothesis )
Adalah suatu pasar modal di mana harga saham merefleksikan semua informasi harga historis. Harga saham sekarang dipengaruhi oleh harga saham masa lalu,lebih lanjut informasi masa lalu dihubungkan kepada harga saham untuk membantu menentukan harga saham sekarang. Berbagai kecenderungan harga saham dapat ditentukan oleh analisis kecenderungan informasi masa lalu misalnya,harga saham mengalami kenaikan setiap akhir bulan. Banyaknya saham yang diminta diharapkan mengalami kenaikan setiap akhir bulan. Kadang-kadang harga saham akan menguat pada harga tertentu disebabkan kekuatan lain. Misalnya, harga saham tampak mengalami kenaikan tiap bulan dan turun pada awal bulan. Jadi, pada pasar modal dalam bentuk efisien lemah, harga saham mengikuti kecenderungan tersebut dan menggunakannya untuk menentukan harga saham.
2. Hipotesa pasar efisien dalam bentuk setengah kuat ( semistrong form efficient market hypothesis )
Harga saham pada suatu pasar modal menggambarkan semua informasi yang dipublikasi sampai ke masyarakat keuangan, tujuannya adalah untuk meminimalkan ketidaktahuan mengenai operasi perusahaan dan dimaksudkan untuk menjelaskan dan menggambarkan kebenaran nilai dari suatu efek yang telah dikeluarkan oleh suatu institusi. Jenis informasi yang dipublikasikan termasuk semua informasi dalam laporan keuangan,laporan tahunan atau informasi yang disajikan dalam prospectus,informasi mengenai posisi dari perusahaan pesaing maupun harga saham historis. Data makro atau kebijakan fiskal suatu negara juga digambarkan dalam harga saham. Karakteristik anggaran nasional juga akan berpengaruh terhadap harga saham pada suatu pasar modal. Jadi, semua informasi yang relevan dipublikasi menggambarkan harga saham yang relevan.
3. Hipotesa pasar modal efisien bentuk kuat ( strong form efficient market hypothesis )
Pasar modal yang efisien dalam bentuk kuat merupakan tingkat efisiensi pasar yang tertinggi. Konsep pasar efisien bentuk kuat mengandung arti bahwa semua informasi yang direfleksikan dalam harga saham, baik informasi yang dipublikasikan maupun informasi yang tidak dipublikasikan. Private information adalah informasi yang hanya diketahui oleh orang dalam dan bersifat rahasia karena alasan strategi. Bentuk pasar semacam ini akan sulit dicapai bahkan di negara maju sekalipun. Pada pasar bentuk kuat berarti sudah mencapai efisiensi bentuk yang sempurna, karena dalam pasar yang efisien ini mencakup semua informasi, baik informasi historis, informasi yang dipublikasikan maupun yang belum diketahui.


Lapisan luar mencerminkan semua informasi yang relevan terhadap harga saham. Informasi ini meliputi informasi yang diketahui yaitu: informasi masa lalu dan informasi publikasi. Masyarakat investor membutuhkan berbagai informasi baik tentang industri, operasi perusahaan yang bersangkutan, maupun situasi dan kondisi ekonomi dalam dan luar negeri. Dalam lapisan tersebut termasuk private information yaitu informasi yang diketahui oleh kelompok tertentu. Dalam lapisan itu ada lapisan yang lebih kecil yaitu lapisan tengah yang meliputi informasi publikasi dan informasi tersebut sudah diketahui oleh publik ( pemodal maupun bukan pemodal ). Dalam lapisan yang paling kecil menunjukkan informasi publikasi masa lalu. Dapat diketahui sesudah melakukan analisis harga saham yang bersangkutan. Misalnya apakah harga masa lalu turun atau naik dan bagaimana pengaruhnya terhadap harga saham masa yang akan datang.

MEKANISME EFISIENSI PASAR MODAL
Bagaimana pasar modal disebut efisien? Hal-hal apa saja yang akan membuat harga saham pada pasar modal merefleksikan informasi yang relevan?
Uraian berikut akan membantu untuk menjelaskan:
1. Jumlah dan kualitas analisis pasar modal merupakan salah satu elemen yang membuat pasar modal menjadi efisien. Para analis selalu berhati-hati dalam penetapan harga saham, agar tidak terjadi kesalahan dalam penetapan harga yang terlalu rendah dan terlalu tinggi. Mereka dapat melakukan analisis yang memberikan informasi yang digunakan untuk menemukan kesalahan harga saham. Para analis selalu melihat apakah informasi sudah direfleksikan ke dalam harga saham. Jadi, kebanyakan para analis mengamati saham dalam pasar yaitu dengan informasi yang relevan tersebut. Kualitas analis pada suatu pasar akan menentukan perlunya informasi di dalam harga dan kualitas pekerjaan analis.
2. Kesalahan penetapan harga saham sebagai akibat dari kurangnya informasi atau kesalahan teknis sederhana akan menghilangkan sejumlah kekuatan analis pada penentuan harga. Harga akan lambat menguat, secara ekonomis merefleksikan informasi yang relevan. Keyakinan bahwa kesalahan penetapan harga saham tidak dapat ditemukan pada masing-masing situasi oleh sejumlah analis adalah tinggi.

PENTINGNYA EFISIENSI PASAR
1. Jika pasar efisien, para manager perusahaan akan bekerja memperbaiki kinerja perusahaannya. Ini berarti perusahan dengan prospek yang bagus akan mempunyai harga saham yang tinggi dan sebaliknya. Tinggi rendahnya saham mencerminkan keyakinan investor pada perusahaan.
2. Pasar efisien digunakan untuk memperoleh biaya modal. Ini berarti bahwa perusahaan dengan prospek yang tinggi akan memperoleh modal pada harga yang wajar. Harga saham merupakan cermin tentang kondisi perusahaan.
3. Jika pasar efisien, lembaga keuangan tidak akan khawatir tentang harga saham. Tugas analis yaitu untuk menemukan kesalahan penetapan harga saham. Mereka secara sederhana mendapat harga pasar yang diketahui yang akan dikoreksi oleh analis pasar lain. Dari sisi lain, perusahaan tidak akan khawatir tentang harga sahamnya.
4. Pada pasar efisien, biaya iklan untuk saham baru relatif kecil. Biaya iklan diperlukan untuk melakukan penyebaran informasi mengenai saham di pasar. Meskipun pada pasar efisien secara cepat informasi akan tersebar dan direfleksikan pada harga saham, dalam kenyataannya besar biaya iklan akan mempengaruhi kenaikan harga atau meningkatkan volume pembelian saham. Hipotesis pasar efisien mengasumsikan bahwa harga saham tidak akan dipengaruhi oleh biaya iklan tersebut.
5. Pada pasar efisien, para manajer tidak dapat memanipulasi teknik data akuntansi atau prosedur untuk memberikan gambaran perusahaan yang berbeda.. mereka dapat memanipulasi dengan mengumukan laba perlembar saham yang cenderung naik. Dengan laba yang meningkat, akan meningkatkan harga saham di pasar.
6. Di pasar efisien, para investor tidak memerlukan sumber informasi lain. Informasi siap direfleksikan pada harga saham. Para investor tidak khawatir membeli saham pada harga yang cukup optimistik. Mereka menilai harga yang benar adalah harga yang dilihat di pasar.



KARAKTERISTIK PASAR EFISIEN
1. Harga saham akan merefleksikan secara tepat dan akurat terhadap semua bentuk informasi baru.
2. Harga saham bersifat random, jadi harga tidak mengikuti kecenderungan dan informasi masa lalu dan tidak digunakan untuk menentukan kecenderungan harga.
3. Saham-saham yang menguntungkan tidak mudah untuk diprediksi. Jadi, para analis dan investor mempunyai kesiapan informasi yang penting dalam menentukan harga saham.

KEPUTUSAN PENDANAAN
Keputusan pendanaan adalah keputusan keuangan tentang dari mana dana untuk membeli aktiva tersebut berasal. Ada dua macam dana atau modal:
1. Modal sendiri seperti laba ditahan dan saham.
2. Modal asing seperti hutang bank dan obligasi.
Keputusan pendanaan dibagi dua:
1. Keputusan pendanaan jangka panjang: membawa dampak pada struktur modal.
2. Keputusan pendanaan jangka pendek seperti hutang wesel dan hutang dagang.

STRUKTUR MODAL
Struktur modal adalah salah satu keputusan pendanaan yang kompleks karena berhubungan dengan variable keputusan pendanaan lainnya. Untuk mencapai tujuan perusahaan dalam memaksimalisasi kekayaan pemilik, manager keuangan harus dapat menilai struktur modal perusahaan dan memahami hubungannya dengan risiko, hasil / pengembalian dan nilai.
Faktor-faktor ketika membuat keputusan struktur modal adalah:
 Stabilitas penjualan
Sebuah perusahaan yang penjualannya relative stabil dapat dengan aman mengambil lebih banyak utang dan menanggung beban tetap yang lebih tinggi daripada perusahaan dengan penjualan yang tidak stabil.


 Struktur aktiva
Perusahaan yang aktivanya cocok sebagai jaminan atas pinjaman cenderung lebih banyak menggunakan utang.
 Leverage operasi
Jika hal-hal lain dianggap sama, perusahaan dengan leverage operasi yang lebih sedikit memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menerapkan leverage keuangan karena perusahaan tersebut akan memiliki risiko bisnis yang lebih kecil.
 Tingkat pertumbuhan
 Profitabilitas
 Pajak
Bunga adalah beban yang dapat menjadi pengurang pajak dan pengurang pajak adalah hal yang berharga bagi perusahaan dengan tarif pajak yang lebih tinggi. Oleh karena itu, semakin tinggi tarif pajak sebuah perusahaan semakin besar manfaat yang diperoleh dari utang.
 Pengendalian
 Sikap manajemen
 Sikap pemberian pinjaman dan agen pemberi peringkat
 Kondisi pasar
Kondisi dari pasar saham dan obligasi yang mengalami perubahan dalam jangka panjang maupun jangka pendek dapat memberikan arti yang penting pada modal sebuah yang optimal.
 Kondisi internal perusahaan
Kondisi internal sebuah perusahaan dapat memiliki pengaruh pad sasaran struktur modalnya.







TEORI STRUKTUR MODAL
1. Pendekatan Laba Bersih, Pendekatan Laba Operasi Bersih Dan Pendekatan Tradisional.
Pendekatan laba bersih, pendekatan laba operasi bersih dan pendekatan tradisional pada mulanya dikembangkan oleh David Durand pada tahun 1952. pendekatan lab bersih ( NI ) mengasumsikan bahwa investor mengkapitalisasi atau menilai laba perusahaan dengan tingkat kapitalisasi ( ke ) yang konstan dan perusahaan dapat meningkatkan jumlah utangnya dengan tingkat biaya utang ( kd ) ynag konstan pula. Karena ke dan kd konstan maka semakin besar jumlah utang yang digunakan perusahaan, biaya modal rata-rata tertimbang ( ko ) akan semakin kecil. Pendekatan laba operasi bersih mengasumsikan bahwa investor memiliki reaksi berbeda terhadap utang oleh perusahaan. Pendekatan ini melihat bahwa biaya modal rata-rata tertimbang tetap berapapun tingkat utang yang digunakan oleh perusahaan. Pendekatan tradisional mengasumsikan bahwa hingga satu leverage tertentu, biaya utang dan biaya modal sendiri meningkat. Peningkatan biaya modal sendiri ini akan semakin besar daripada penurunan biaya karena penggunaan utang yang lebih murah. Akibatnya biaya modal rata-rata tertimbang pada awalnya menurun dan setelah leverage tertentu akan meningkat.
2. Pendekatan Modigliani – Miller ( MM )
Asumsi mereka sebagai berikut :
a. Risiko bisnis perusahaan dapat diukur dengan deviasi laba sebelum bunga dan pajak dan perusahaan yang memiliki risiko bisnis sama dikatakan berada dalam kelas yang sama.
b. Semua investor dan investor potensial memiliki harapan yang sama tentang laba perusahaan dan tingkat perusahaan.
c. Saham dan obligasi diperdagangkan dalam pasar modal yang sempurna. Adapun kriteria pasar modal yang efisien adalah :
1. Informasi selalu tersedia bagi semua investor dan dapat diperoleh tanpa biaya.
2. Tidak ada biaya transaksi dan investor bersikap rasional.
3. Investor dapat melakukan diversifikasi investasi secara sempurna.
4. Tidak ada pajak pendapatan perseorangan.
5. Investor baik individu maupun institusi dapat meminjam dengan tingkat bunga yang sama seperti halnya perusahaan sebesar tingkat bunga bebas risiko.

HUTANG JANGKA PANJANG
Terdapat beberapa alternatif utang jangka panjang seperti utang bank, obligasi. Utang jangka panjang atau long term loan adalah salah satu bentuk perjanjian antara peminjam dengan kreditur di mana kreditur bersedia memberikan pinjaman sejumlah tertentu dan peminjam bersedia untuk membayar secara periodik yang mencakup bunga dan pokok pinjaman. Utang jangka panjang ini dapat diperoleh melalui bank, perusahaan asuransi.
Obligasi adalah surat tanda utang yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan sejumlah tertentu dan akan jatuh tempo pada waktu tertentu dan memberikan pendapatan sebesar bunga tertentu.
Warrant adalah hak untuk membeli sejumlah saham perusahaan pada harga tertentu yang dikeluarkan perusahaan dan diberikan bersama-sama dengan pengeluaran obligasi dengan tujuan menark investor agar membeli obligasi jangka panjang.
Pinjaman berjangka adalah suatu pinjaman yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu tahun.




BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Sumber-sumber pendanaan di dalam perusahaan berasal dari utang jangka pendek, utang jangka menengah dan utang jangka panjang. Dalam biaya tersebut terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Sumber-sumber pendanaan ini juga tersedia dalam beberapa jenisnya masing-masing, tergantung pada pemakaian perusahaan. Bauran pendanaan ini memotivasi manajemen perusahaan untuk mencari suatu struktur modal yang optimal dalam perusahaannya. Beberapa alat atau metode digunakan untuk memilih pendanaan yang sesuai. Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan keputusan tentang struktur modal.

B. SARAN
Perusahaan sebaiknya pertama-tama menganalisis sejumlah faktor, kemudian menetapkan suatu struktur modal sasaran yang mengalami perubahan sewaktu-waktu dan manajemen sebaiknya memilki suatu struktur modal yang spesifik dalam pikiran mereka. Ketika memutuskan berapa banyak kas yang harus didistribusikan kepada para pemegang saham, para manajer keuangan harus senantiasa ingat bahwa sasaran perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai pemegang saham.











DAFTAR PUSTAKA

Brigham. 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
Horne Van.1997. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
Martono.2005. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: EKONISIA
Ridwan, dkk.2003. Manajemen Keuangan.. Klaten. Yayasan Astra Honda Motor
Sartono, Agus. 1996. Manajemen Keuangan.Yogyakarta: BPFE
Setia, Lukas. 1999. Tinjauan Umum Manajemen Keuangan. Jakarta: ANDI
Sunariyah. 2003. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Yogyakarta: UPP-AMP YKPN
Weston, Fred.1983. Manajemen Keuangan Jilid 1. Jakarta: Erlangga
___________.1983. Manajemen Keuangan Jilid 2. Jakarta: Erlangga
___________. 1989. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Erlangga

analisis perekonomian menurut pandangan klasik dan keynes

BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Tahun 1960-an ahli-ahli ekonomi telah merasa puas dengan analisis keseimbangan makro ekonomi yaitu analisis yang mengabaikan aplikasi perubahan harga ke atas keseimbangan tingkat kegiatan ekonomi dan yang sangat menekankan segi permintaan dalam analisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi negara. Peristiwa-peristiwa dalam kegiatan ekonomi di berbagai negara dalam tahun 1970-an yang pada umumnya menghadapi masalah inflasi yang serius dalam keadaan pengangguran yang cukup tinggi, menimbulkan kesadaran bahwa analisis yang ada belum dapat memberikan gambaran yang tepat mengenai peristiwa yang mungkin berlaku dalam perekonomian.
Kelemahan ini telah mendorong kepada perkembangan model penemuan keseimbangan kegiatan ekonomi negara yang menunjukkan bagaimana perubahan harga akan mempengaruhi pertumbuhan, fluktuasi kegiatan ekonomi dn kesempatan kerja. Analisis ini memberikan gambaran yang lebih menyeluruh dan lebih lengkap karena tidak saja memberi gambaran tentang implikasi perubahan harga ke atas tingkat pengeluaran dalam suatu perekonomian tetapi juga menunjukkan implikasi perubahan harga ke atas penawaran agregat yaitu jumlah barang dan jasa yang akan diproduksikan dan ditawarkan dalam perekonomian pada berbagai tingkat harga. Berdasarkan sifat analisisnya ini, analisis keseimbangan ini lebih dikenal sebagai model permintaan dan penawaran agregat.
2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana analisis perekonomian menurut pandangan Klasik dan Keynes ?
2. Apa saja faktor-faktor yang menentukan kurva permintaan agregat ?
3. Bagaimana keseimbangan antara permintaan agregat dengan penawaran agregat?
3. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui analisis perekonomian menurut pandangan Klasik dan Keynes.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan kurva permintaan agregat.
3. Untuk mengetahui keseimbangan antara permintaan dan penawaran agregat.




BAB II
ISI

PANDANGAN AHLI EKONOMI KLASIK
Analisis mengenai pandangan ahli ekonomi klasik tentang perekonomian adalah perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar tingkat penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai. Pandangan ini didasarkan kepada keyakinan bahwa dalam perekonomian tidak akan terdapat kekurangan permintaan. Apabila produsen menaikkan produksi atau menciptakan jenis barang yang baru, maka dalam perekonomian akan selalu terdapat permintaan terhadap barang-barang itu.
Analisis mengenai pandangan ahli ekonomi klasik akan ditekankan kepada hal-hal yang dikritik oleh Keynes. Hal-hal yang harus diperhatikan yaitu:
1. Peranan sistem pasar bebas
Adam Smith, dalam bukunya The Wealth of Nations, telah mengemukakan pendapat yang mendukung agar kegiatan perekonomian diatur oleh sistem pasar bebas. Pengaturan ekonomi ini akan mewujudkan efisiensi yang tinggi karena menurut pendapatnya setiap pelaku kegiatan ekonomi akan selalu berusaha untuk mencapai prestasi yang paling maksimum. Sebagai seorang individu dan pengusaha mereka akan bekerja dengan efisiensi dan memaksimumkan pendapatan dan keuntungannya. Sedangkan sebagai konsumen mereka akan memaksimumkan kepuasan dari menggunakan sejumlah pendapatan mereka. Rasionalisasi dalam kegiatan tiap-tiap individu akan menyebabkan perekonomian secara keseluruhan akan beroperasi secara efisien dan menimbulkan kekuatan dalam pertumbuhan ekonomi.

2. Hukum Say, fleksibilitas upah dan kesempatan kerja penuh
Ahli ekonomi Klasik berkeyakinan bahwa kesempatan kerja penuh akan selalu tercapai dalam perekonomian.
Pandangan ini didasarkan atas keyakinan bahwa:
a. Fleksibilitas tingkat bunga akan mewujudkan kesamaan / keseimbangan antara penawaran agregat dan permintaan agregat dari jumlah tabungan dan investasi.
Tingkat bunga akan menentukan besarnya tabungan rumah tangga maupun investasi yang akan dilakukan oleh perusahaan dalam perekonomian. Menurut para ahli, tingkat suku bunga akan berubah-ubah sampai mencapai tingkat keseimbangan di mana besarnya tabungan sama dengan investasi.
Sebagai contoh:
Pada saat tingkat suku bunga 20 %, besarnya tabungan akan meningkat pesat karena memberikan tingkat pengembalian yang tinggi. Akan tetapi, bank akan kesulitan untuk menyalurkan pinjaman karena masyarakat akan lebih memilih untuk menabung daripada berinvestasi karena return atas tabungannya lebih tinggi. Untuk menanggulangi hal tersebut, bank akan menurunkan suku bunganya.
Sebaliknya pada saat tingkat suku bunga 10 %, masyarakat akan memilih untuk mencairkan tabungannya dan memilih untuk berinvestasi saja (dengan asumsi return atas investasi lebih baik). Karena banyak orang yang memilih untuk berinvestasi, bank menjadi kekurangan dana untuk dipinjamkan kepada para investor, untuk menghimpun dana, maka bank akan menaikkan suku bunga tabungannya.
Penyesuaian ini, dalam pandangan ekonomi klasik akan terus berulang-ulang hingga tercapai tingkat bunga pada titik keseimbangan, misalnya 15 %, di mana pada titik tersebut jumlah tabungan dan jumlah investasi adalah sama besar. Dalam kondisi ini pendapatan sebesar 15% dari bunga akan habis untuk pembelian barang kebutuhan karena harga yang ditetapkan oleh para investor memberikan return sebesar 15 % dari nilai investasinya.
Pada titik tersebut, menurut pandangan ekonomi klasik merupakan titik terjadinya kondisi penggunaan tenaga kerja penuh (Full Employment) dimana penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat. Keadaan keseimbangan ini akan tetap terjadi karena aliran keluar dari sektor rumah tangga yaitu tabungan akan diimbangi oleh aliran masuk yang sama besar yaitu investasi oleh para pengusaha.
b. Fleksibilitas tingkat upah akan mewujudkan keadaan di mana permintaan dan penawaran tenaga kerja akan mencapai keseimbangan. Para ahli ekonomi klasik beryakinan apabila terjadi pengangguran, mekanisme pasar akan menciptakan penyesuaian di dalam pasar tenaga kerja sehingga pengangguran dapat dihapuskan. Asumsi yang digunakan oleh para ahli yaitu
Para pengusaha akan selalu mencari keuntungan yang maksimum dan keuntungan maksimum a.kan dicapai pada keadaan di mana upah adalah sama dengan produksi marjinal ( biaya untuk memproduksi tambahan produk baru )
Secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut:
Bahwa dalam kondisi adanya pengangguran, para penganggur akan bersedia untuk menerima pekerjaan dengan tingkat gaji yang lebih rendah. Keadaan ini akan menimbulkan kekuatan yang akan menurunkan tingkat gaji. Sebagai ilustrasi, pada tingkat upah misalkan Rp.1.000.000, perusahaan memiliki 1000 orang pekerja. Kemudian terjadi tambahan angkatan tenaga kerja baru sebesar 200 orang yang juga ingin bekerja pada tingkat upah sebesar Rp. 1.000.000. Karena perusahaan hanya bersedia mengupah 1000 orang pada tingkat upah Rp. 1.000.000, maka terjadi pengangguran sebesar 200 orang. Untuk memaksimumkan keuntungan dan memperbanyak produksi, perusahaan akan menurunkan tingkat upah menjadi Rp. 800.000 untuk 1200 pekerja. Dengan demikian, jumlah pengangguran akan terserap semua, sehingga selalu terjadi kondisi penggunaan tenaga kerja penuh (Full Employment).
Berdasarkan teori ekonomi Klasik maka perekonomian ditentukan oleh :
1. Jumlah barang modal yang tersedia dan digunakan dalam perekonomian (C = Capital)
2. Jumlah dan kualitas tenaga kerja yang tersedia dalam perekonomian ( L = Labor )
3. Jumlah dan jenis kekayaan alam yang akan digunakan (Q = Quantity)
4. Tingkat teknologi yang digunakan (T = Technology)
3. Faktor-faktor produksi menentukan tingkat kegiatan ekonomi dan produksi nasional
Perekonomian tidak menghadapi masalah permintaan yang berarti segala barang yang diproduksikan akan dapat dijual, tingkat produksi nasional dan tingkat kegiatan ekonomi ditentukan oleh faktor-faktor produksi yang digunakan. Semakin banyak barang modal, semakin tinggi produksi nasional yang dapat dihasilkan. Perkembangan teknologi meningkatkan produktivitas dan akan mengurangi kenaikan produksi nasional. Hubungan tenaga kerja dan produksi nasional agak sedikit berbeda. Pada mulanya hubungannya bersifat positif yaitu semakin tinggi produksi nasional. Tetapi apabila penduduk dan tenaga kerja sudah berlebihan dibandingkan sumber ekonomi lain ( tanah dan barang modal ) akan mengurangi tingkat produksi nasional.
4. Penawaran uang, kegiatan perekonomian dan tingkat harga
Ahli ekonomi Klasik menunjukkan bahwa peranan uang dalam perekonomian adalah netral yaitu perubahannya tidak akan mempengaruhi produksi nasional. Tingkat produksi hanya ditentukan oleh faktor riil yaitu faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian. Perubahan penawaran uang hanya akan mempengaruhi harga.. Perubahan penawaran uang akan menimbulkan perubahan harga yang sama kelajuannya. Apabila penawaran uang bertambah sebanyak 5% maka tingkat inflasi juga akan mencapai 5%. Pengurangan uang juga akan menurunkan tingkat harga pada kelajuan yang sama.
5. Peranan pemerintah dalam perekonomian
Ahli ekonomi klasik tidak menyetujui campur tangan pemerintah yang aktif untuk mengatur kegiatan perekonomian. Dalam masa pengangguran maupun inflasi ahli ekonomi Klasik berpendapat agar pemerintah bersifat pasif yaitu tidak perlu berusaha mengatasinya. Sistem pasar bebas akan dengan sendirinya mengatasi masalah tersebut dan kesempatan kerja penuh akan tercapai kembali.
Tetapi ahli ekonomi Klasik tidak menolak kegiatan pemerintah dalam bidang ekonomi. Mereka melihat pemerintah mempunyai peranan penting dalam menciptakan pasar bebas yang efisien.
Fungsi pemerintah yaitu:
1. Mewujudkan infrastruktur yang diperlukan agar operasi perusahaan swasta dapat ditingkatkan efisiensinya.
2. Menyediakan peraturan dan fasilitas yang membantu mempertinggi efisiensi operasi perusahaan swasta.
3. Menyediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan dan aparat keamanan.
PANDANGAN KEYNES
Teori makro ekonomi berkembang setelah J.M. Keynes menunjukkan kelemahan-kelemahan pandangan para ahli ekonomi klasik mengenai penentuan tingkat perekonomian suatu negara yang didasari oleh penggunaan tenaga kerja penuh. Pandangan Keynes yaitu penggunaan tenaga kerja penuh (full employment) adalah keadaan yang jarang terjadi, dan hal itu disebabkan karena kekurangan permintaan agregat yang wujud dalam perekonomian. Analisis Keynes menunjukkan tentang pentingnya peranan dari pengeluaran kepada barang dan jasa yang diproduksi oleh sektor perusahaan di dalam menentukan kegiatan ekonomi. Ini berarti analisis Keynes lebih banyak memperhatikan permintaan yaitu menganalisis mengenai peranan dari permintaan golongan masyarakat di dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang akan dicapai oleh suatu perekonomian. Pada hakikatnya analisis Keynes berpendapat bahwa tingkat kegiatab ekonomi negara ditentukan besarnya permintaan efektif yaitu permintaan yang disertai oleh kemampuan untuk membayar barang dan jasa yang diminta yang diwujudkan dalam perekonomian. Bertanbah besar permintaan efektif yang wujud dalam perekonomian, bertambah pula tingkat produksi yang akan dicapai oleh sektor perusahaan. Keadaan ini menyebabkan pertambahan dalam tingkat kegiatan ekonomi dan penggunaan tenaga kerja dan faktor-faktor produksi.
Perbedaan pandangan Keynes dan Klasik didasarkan atas perbedaan pendapat yaitu:
1. Faktor-faktor yang menentukan tingkat tabungan dan tingkat investasi dalam perekonomian
Menurut pandangan ahli ekonomi klasik faktor penentu besarnya tabungan dan investasi adalah tingkat suku bunga. Akan tetapi, menurut Keynes, besarnya tabungan yang dilakukan oleh rumah tangga bukan tergantung pada tinggi rendahnya tingkat suku bunga, tetapi tergantung pada besar kecilnya tingkat pendapatan rumah tangga. Artinya semakin besar tingkat pendapatan rumah tangga semakin besar pula tabungan dan sebaliknya.
Dalam pandangan Keynes terhadap besarnya investasi, dia beranggapan bahwa tingkat bunga bukan merupakan satu-satunya komponen utama dalam menentukan besarnya investasi. Besarnya investasi juga ditentukan oleh faktor lain seperti keadaan ekonomi pada masa kini, ramalan perkembangan di masa depan, dan tingkat penggunaan dan perkembangan teknologi. Jadi meskipun tingkat bunga tinggi, namun apabila keadaan perekonomian sekarang baik untuk dilakukan investasi dan prospek ke depannya sangat baik, maka kegiatan investasi tetap akan dilakukan.
2. Hubungan antara tingkat upah dengan penggunaan tenaga kerja oleh pengusaha.
Para ahli ekonomi klasik beranggapan bahwa dengan asumsi ceteris paribus, penurunan tingkat upah tidak akan mempengaruhi biaya produksi marjinal (biaya untuk memproduksi tambahan produk baru). Akan tetapi menurut Keynes, penurunan tingkat upah akan menurunkan daya beli masyarakat. Turunnya daya beli masyarakat akan menurunkan tingkat pengeluaran dan berakibat pada turunnya tingkat harga barang dan jasa. Turunnya tingkat permintaan terhadap barang dan jasa akibat lemahnya daya beli masyarakat akan berakibat pada penurunan kapasitas produksi yang artinya pengurangan jumlah tenaga kerja. Dengan demikian penurunan tingkat upah tidak dapat menciptakan penggunaan tenaga kerja penuh (Full Employment).
Karena perbedaan pendapat antara Keynes dengan para ahli ekonomi klasik di atas, Keynes juga mempunyai pandangan tersendiri terhadap faktor yang menjadi penentu tingkat kegiatan ekonomi suatu negara. Menurut Keynes, faktor penentu kegiatan ekonomi suatu negara adalah permintaan efektif. Permintaan efektif adalah permintaan yang disertai kemampuan untuk membayar barang-barang dan jasa-jasa dalam wujud perekonomian.
Dengan bertambah besarnya permintaan efektif dalam perekonomian, bertambah pula tingkat produksi yang akan dicapai oleh sektor perusahaan. Keadaan ini dengan sendirinya akan menyebabkan pertambahan dalam tingkat kegiatan ekonomi, penggunaan tenaga kerja dan faktor-faktor produksi.
Keynes membagi permintaan agregat kepada dua jenis pengeluaran, yaitu pengeluaran konsumsi oleh rumah tangga dan penanaman modal oleh pengusaha. Akan tetapi, dalam analisis makro ekonomi, pengeluaran pemerintah dan ekspor juga ikut mempengaruhi pengeluaran agregat. Faktor yang mempengaruhi permintaan agregat yaitu:
1. Konsumsi dan investasi
Pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh sektor rumah tangga dalam perekonomian tergantung dari besarnya pendapatan. Perbandingan antara besarnya konsumsi dengan jumlah pendapatan disebut kecondongan mengkonsumsi ( MPC = Marginal Propensity to Consume). Semakin besar MPC semakin besar pula pendapatan yang digunakan untuk kegiatan konsumsi dan sebaliknya.
Pada kondisi negara yang MPC-nya rendah, akan menyebabkan selisih antara produksi nasional (dengan asumsi full employment) dengan tingkat konsumsi (penggunaan produk) menjadi semakin besar. Agar mencapai penggunaan tenaga kerja penuh, para pengusaha perlu melakukan investasi sebesar selisih antara tingkat konsumsi dan produksi tersebut. Jika besarnya investasi tidak mencapai jumlah tersebut, maka akan terjadi pengangguran. Karena kondisi tersebut dalam kondisi nyata tidak selalu tercapai, maka pengangguran akan selalu ada.
Untuk investasi, seperti yang telah disebutkan di atas, dipengaruhi oleh tingkat bunga dan efisiensi marjinal modal.
Tingkat bunga menurut Keynes dipengaruhi oleh jumlah permintaan uang (yaitu keinginan masyarakat untuk memperoleh uang untuk digunakan untuk berbagai keperluan seperti transaksi, tabungan, spekulasi dan atau untuk kebutuhan mendadak) dan jumlah penawaran uang (yaitu uang yang ada dalam perekonomian dan dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa).
Apabila penawaran uang lebih besar dari permintaan uang, maka tingkat suku bunga akan naik untuk menyerap kelebihan dana yang beredar di masyarakat, dan sebaliknya jika penawaran uang lebih kecil dari permintaan uang, suku bunga tabungan akan turun agar masyarakat memilih untuk berinvestasi dan mencairkan tabungannya sehingga jumlah penawaran uang akan meningkat.
Efisiensi marjinal modal yaitu tingkat pengembalian atas modal yang ditanamkan yang dipengaruhi oleh faktor seperti kondisi ekonomi sekarang, penggunaan teknologi dan ramalan prospek ekonomi di masa mendatang. Semakin tinggi tingkat efisiensi modal semakin besar pula investasi dan sebaliknya.
2. Pengeluaran pemerintah dan Ekspor
Dalam analisis makro ekonomi dan perhitungan pendapatan nasional (dengan pendekatan pengeluaran) pengeluaran pemerintah dan ekspor juga merupakan bentuk pengeluaran.
Besarnya tingkat pengeluaran pemerintah (G) akan mempengaruhi produksi nasional karena pemerintah sendiri merupakan konsumen yang besar. Sehingga konsumsi dari pemerintah juga mencakup sebagian besar dari konsumsi nasional. Ekspor menunjukkan permintaan efektif yang berasal dari luar negeri. Semakin besar ekspor semakin banyak pula produksi nasional yang dikonsumsi.
Untuk menjelaskan bagaimana tingkat kegiatan perekonomian ditentukan, akan diberikan ilustrasi sebagai berikut :
(1) (2) (3)
100 157 Ekspansi
200 250 Ekspansi
300 325 Ekspansi
400 400 Seimbang
500 475 Kontraksi
600 550 kontraksi

Keterangan:
(1) Alternatif tingkat produksi yang akan dicapai perusahaan atau tingkat pendapatan nasional yang akan dicapai dengan kondisi faktor produksi yang ada.
(2) Pengeluaran agregat yang terdiri dari C, I, G dan Ekspor
(3) Kegiatan ekonomi sebagai akibat perbedaan tersebut.
Pada saat (1) < (2), adalah kondisi dimana pengeluaran agregat melebihi produksi nasional, dengan demikian faktor produksi yang tersedia tidak cukup untuk mencukupi tingkat konsumsi yang ada sekarang, sehingga pemerintah harus mengadakan kegiatan perekonomian yang bersifat ekspansi seperti mencari dan membangun faktor produksi baru. Pada saat (1) = (2), adalah kondisi dimana pengeluaran agregat sama dengan tingkat produksi nasional yang ada, dengan demikian pemerintah tidak perlu melakukan perubahan atas kondisi kegiatan ekonomi yang sedang berjalan. Pada saat (1) > (2), adalah kondisi dimana pengeluaran agregat lebih kecil dari tingkat produksi nasional, dengan demikian terdapat terdapat faktor produksi yang menganggur dan atau kelebihan produksi. Sehingga, pemerintah akan melakukan kegiatan ekonomi yang bersifat kontraksi seperti menurunkan tingkat investasi dengan menaikkan suku bunga, dan membuat kebijakan yang dapat menurunkan tingkat produksi nasional seperti pembatasan dalam bentuk izin, lisensi, kuota dan lainnya.
Berdasarkan angka pada tabel, pengeluaran agregat digambarkan oleh kurva AE. Di sebelah kiri titik E kurva AE berada di atas garis Y=AE. Keadaan tersebut menggambarkan bahwa pengeluaran agregat melebihi pendapatan nasional. Sebagai contoh apabila pendapatan nasional 200 triliun rupiah akan terdapat kelebihan pengeluaran agregat sebanyak AB. Keadaan ini akan menimbulkan ekspansi dalam kegiatan keseluruhan perekonomian.
Di sebelah kanan titik E kurva AE berada di bawah garis Y = AE berarti pengeluaran agregat kurang dari pendapatan nasional. Pada pendapatan nasional sebanyak 600 triliun rupiah, kekurangan pengeluaran agregat adalah sebanyak CD. Perekonomian mengalami keseimbangan apabila pengeluaran agregat sama dengan pendapatan nasional yaitu titik E pendapatan sebanyak 400 triliun.





Pengeluaran agregat ( triliun rupiah)
Y=AE
AE
C
E D
400
A
B

450
0 100 200 400 600
Pendapatan Nasional ( triliun rupiah )
Faktor yang mempengaruhi penawaran agregat yaitu:
1. Keseimbangan di pasar tenaga kerja
Keseimbangan di pasar tenaga kerja akan menentukan jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam kegiatan memproduksi barang dan jasa. Kemampuan dari tenaga kerja ini menghasilkan produksi nasional tergantung pada fungsi produksi yang menerangkan hubungan antara jumlah tenaga kerja dan faktor produksi lain untuk mewujudkan produksi nasional.

2. Fungsi produksi
Fungsi produksi akan menentukan sejauh mana tenaga kerja dapat menciptakan produksi nasional. Fungsi produksi dibentuk berdasarkan pemisalan hanya tenaga kerja saja yang mengalami perubahan. Sedangkan faktor produksi lain seperti modal dan teknologi dianggap tetap
KESEIMBANGAN ANTARA PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGAT
Keseimbangan AD dan AS adalah keseimbangan makro ekonomi karena analisis ini telah memasukkan unsur perubahan harga dalam analisis keseimbangannya dan lebih lengkap daripada keseimbangan pendapatan nasional. Suatu perekonomian akan dicapai apabila penawaran agregat sama dengan pendapatan nasionalnya. Dalam perekonomian yang tidak melakukan perdagangan luar negeri. Penawaran agregat sama dengan pendapatan nasionalnya yaitu sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksikan dalam perekonomian dalam suatu periode tertentu. Permintaan agregat meliputi tiga jenis perbelanjaan yaitu konsumsi rumah tangga ( C ), investasi perusahaan ( I ) dan pengeluaran pemerintah membeli barang dan jasa ( G ).
Dengan demikian keadaan yang menciptakan keseimbangan dalam perekonomian tiga sektor adalah: Penawaran agregat = Permintaan Agregat
Atau:Y = C + I + G
Kegiatan sektor perusahaan untuk memproduksikan barang dan jasa akan mewujudkan aliran pendapatan ke sektor rumah tangga ( gaji, upah, sewa, bunga dan keuntungan ). Pendapatan tersebut bertujuan membiayai konsumsi ( C ), ditabung ( S ) dan membayar pajak ( T ). Dengan demikian perekonomian tiga sektor berlaku: Y = C + S + T
Dari rumus di atas dapat disimpulkan berlakunya:
C + I + G = C + S + T
Perubahan Kurva Permintaan Agregat dan Penawaran Agregat
Perubahan keseimbangan kurva AD dan AS akan berlaku apabila kurva AD dan AS secara individu maupun secara bersama mengalami pergerakan ke kiri atau ke kanan.
1. Kurva AD berubah tapi kurva AS tetap. Keadaan ini ditunjukkan gambar (a). Dua keadaan tersebut digambarkan, yaitu:
I. Perubahan AD ke kiri ( AD0 menjadi AD1 ) menyebabkan pendapatan nasional dan harga menurun.
II. Perubahan AD ke kanan ( AD0 menjadi AD2 ) menyebabkan pendapatan nasional dan harga meningkat.
2. Kurva AS berubah tapi kurva AD tetap. Keadaan ini ditunjukkan gambar (b). Dua keadaan tersebut digambarkan, yaitu:
I. Perubahan AS ke kiri ( AS0 menjadi AS1 ) menyebabkan harga naik dan pendapatan nasional merosot. Keadaan ini dinamakan stagflasi yaitu masalah kemunduran ekonomi ( stagnasi ) dan inflasi yang secara serentak dihadapi.
II. Perubahan AS ke kanan ( AS0 menjadi AS2 ) menyebabkan harga turun dan pendapatan nasional bertambah.
3. Perpindahan serentak kurva AD dan AS.
Dalam suatu perekonomian yang mengalami pertumbuhan kurva AD dan AS secara serentak akan bergeser ke kanan. Serentak dengan berlakunya pertumbuhan ekonomi, teknologi akan berkembang dan produktivitas meningkat. Kemajuan ini akan memindahkan kurva AS ke kanan, misalnya dari As0 menjadi AS1. Pada akhirnya pertambahan pendapatan ini akan menambah permintaan agregat.

Harga
P

AS

P1 E2
P0 E0 AD2
P2 E1 AD0
AD1
Y
Y1 Y0 Y2
Pendapatan Nasional
Harga
P AS1 AS0 AS2
E1
P1 E0
P0 E2
P2
AD

Y
Y1 Y0 Y2
Pendapatan Nasional
KESIMPULAN
Analisis mengenai pandangan ahli ekonomi klasik tentang perekonomian adalah perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar tingkat penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai. Dengan demikian pendapatan nasional akan selalu mencapai tingkat yang paling maksimum yaitu pendapatan nasional pada kesempatan kerja penuh
Analisis Keynes menunjukkan tentang pentingnya peranan dari pengeluaran kepada barang dan jasa yang diproduksi oleh sektor perusahaan di dalam menentukan kegiatan ekonomi. Menurut Keynes, faktor penentu kegiatan ekonomi suatu negara adalah permintaan efektif. Permintaan efektif adalah permintaan yang disertai kemampuan untuk membayar barang-barang dan jasa-jasa dalam wujud perekonomian.
Faktor yang mempengaruhi permintaan agregat yaitu:
1. Konsumsi dan investasi
2. Pengeluaran pemerintah dan ekspor
Faktor yang mempengaruhi penawaran agregat yaitu
1. Keseimbangan di pasar tenaga kerja
2. Fungsi produksi
Suatu perekonomian akan dicapai apabila penawaran agregat sama dengan pendapatan nasionalnya. Perubahan keseimbangan kurva AD dan AS akan berlaku apabila kurva AD dan AS secara individu maupun secara bersama mengalami pergerakan ke kiri atau ke kanan yaitu:
1. Kurva AD berubah tapi kurva AS tetap
2. Kurva AS berubah tapi kurva AD tetap
3. Perpindahan serentak kurva AD dan AS.
.



 
ASET / AKTIVA DAN PENGUKURANNYA

  1. PENGERTIAN
    FASB mendefinisi aset dalam rerangka konseptualnya sebagai berikut (SFAC No 6, prg 25):
Assets are probable future economic benefits obtained or controlled by a perticular entity as a result of past transactions or events.
(Aset adalah manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti atau diperoleh atau dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas akibat transaksi atau kejadian masa lalu.)
Dengan makna yang sama, IASC mendefinisi aset sebagai berikut:
An assets is resource controlled by the enterprise as a result of past events and from which future economic benefits are expected to flow to the enterprise.
Dalam Statement of Accounting Concepts No. 4, Australian Accounting Standard Board (AASB) mendefinisi aset sebagai berikut:
Assets are service potential or future economic benefits controlled by the reporting entity as a result of past transaction or other past events.
Definisi FASB dan AASB cukup dibanding definisi yang lain luas karena aset dinilai mempunyai sifat sebagai manfaat ekonomik (economic benefits) dan bukan sebagai sumber ekonomik (resources) karena manfaat ekonomik tidak membatasi bentuk atau jenis sumber ekonomik yang dapat dimasukkan sebagai aset.
Berdasar uraian diatas, pada dasarnya dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga karakteristik utama yang harus dipenuhi agar suatu objek atau pos dapat disebut aset, yaitu:

 

 
1.
Manfaat ekonomik yang datang cukup pasti
Untuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek harus mengandung manfaat ekonomik di masa datang yang cukup pasti. Uang atau kas mempunyai manfaat atau potensi jasa karena daya belinya atau daya tukarnya. Sumber selain kas mempunyai manfaat ekonomik karena dapat ditukarkan dengan kas, barang, atau jasa, karena dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa, atau karena dapat digunakan untuk melunasi kewajiban.
2.
Dikuasai atau dikendalikan entitas
Untuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek atau pos tidak harus dimiliki oleh entitas tetapi cukup dikuasai oleh entitas. Oleh, karena itu, konsep penguasaan atau kendali lebih penting daripada konsep kepemilikan. Penguasaan disini berarti kemampuan entitas untuk mendapatkan, memelihara/menahan, menukarkan, menggunakan manfaat ekonomik dan mencegah akses pihak lain terhadap manfaat tersebut. Hal ini dilandasi oleh konsep dasar substansi mengungguli bentuk yuridis (substance over form). Pemilikan (ownership) hanya mempunyai makna yuridis atau legal.
3.
Timbul akibat transaksi masa lalu
Kriteria ini sebenarnya menyempurnakan kriteria penguasaan dan sekaligus sebagai kriteria atau tes pertama (first-test) pengakuan objek sebagai aset. Aset harus timbul akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu adalah kriteria untuk memenuhi definisi. Penguasaan harus didahului oleh transaksi atau kejadian ekonomik. FASB memasukkan transaksi atau kejadian sebagai kriteria aset karena transaksi atau kejadian tersebut dapat menimbulkan (menambah) atau meniadakan (mengurangi) aset. Misalnya perubahan tingkat bunga, punyusutan atau kecelakaan.

 

 

 
2. PENGGOLONGAN
Akun (perkiraan / rekening)  adalah daftar (formulir) yang digunakan untuk mencatat dan menggolong-golongkan transaksi yang sejenis. Perkiraan dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
1. Perkiraan Neraca (Riil), yaitu suatu perkiraan yang pada akhir periode akuntansi dilaporkan sebagai unsur neraca. Perkiraan Neraca terdiri dari:

  1. Harta / Aktiva / assets.

  2. Utang / Kewajiban / liabilities

  3. Modal / capital.
2. Perkiraan Rugi Laba (Nominal), yaitu suatu perkiraan yang pada akhir periode akuntansi dilaporkan sebagai unsur rugi/laba. Perkiraan Rugi-Laba terdiri dari :

  1. Pendapatan / revenue.

  2. Beban / expenses.
Harta / Aktiva
A
dalah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki  perusahaan berupa benda berwujud dan tidak berwujud (hak), yang mempunyai nilai uang dan akan mendatangkan manfaat pada masa akan datang. Kekayaan tersebut merupakan sumber daya bagi perusahaan untuk melakukan usaha. Aktiva / Harta diklasifikasikan ke dalam :
Aktiva lancar (Current Assets)
Aktiva lancar adalah kekayaan perusahaan yang berupa uang tunai (kas) dan saldo rekening giro di Bank serta kekayaan lain yang dapat dicairkan menjadi uang tunai atau rekening giro di Bank, yang dapat dijual atau dipakai habis dalam waktu satu tahun (siklus operasi normal).
Aset lancar (Inggris: current asset) dalam akuntansi adalah jenis aset yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Contoh aset lancar antara lain adalah kas, piutang, investasi jangka pendek, persediaan, dan beban dibayar di muka. Pada suatu neraca, aset biasanya dikelompokkan menjadi aset lancar dan aset tidak lancar
Antara waktu satu tahun dengan siklus operasi normal perusahaan dipilih mana yang lebih panjang. Siklus operasi normal adalah perputaran modal kerja dari kas dan giro bank sampai kemudian menjadi kas atau giro Bank kembali. Yang termasuk Aktiva Lancar antara lain :

  1. Kas, yaitu uang tunai, cek saldo rekening giro di Bank atau alat pembayaran lainnya yang dapat diterima oleh Bank sebesar nilai nominalnya.

  2. Surat Berharga, yaitu surat berharga yang berupa saham dan obligasi yang segera dapat diuangkan atau dijual di bursa efek / Bank.

  3. Wesel Tagih (Piutang wesel), yaitu surat perintah membayar/kesanggupan membayar sejumlah uang pada orang tertentu dan pada tanggal tertentu. Sebelum tanggal jatuh tempo wesel tagih ini dapat dijual ke bank dengan nilai tunai yang diterima lebih rendah dari nilai nominalnya.

  4. Piutang Usaha, yaitu tagihan kepada pihak lain yang terjadi karena penjualan barang atau jasa tanpa disertai janji tertulis.

  5. Persediaan barang dagangan, yaitu barang yang dibeli tanpa diproses (diolah kembali) yang siap untuk dijual kembali.

  6. Beban dibayar dimuka (Porsekot), yaitu pembayaran dimuka yang belum menerima prestasi/jasa. (Misalnya; sewa dibayar dimuka/porsekot sewa).

  7. Perlengkapan, yaitu bahan-bahan habis pakai (tidak dapat dipakai lagi). Misalnya : Pelerngkapan Kantor : Kertas, tinta, perangko dan lain-lain. Perlengkapan Toko: kertas bungkus, tali dan lain-lain.
Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)
Investasi jangka panjang merupakan bentuk penyertaan yang dilakukan untuk beberapa tahun, yang tujuannya bukan untuk menunjang kegiatan operasi pokok perusahaan dan tidak mengganggu kegiatan normal perusahaan. Investasi jangka panjang ini tujuannya untuk :

  • Memperoleh keuntungan di masa mendatang.

  • Menguasai perusahaan lain.
Yang termasuk investasi jangka panjang antara lain :
    Investasi merupakan penanaman ( penyertaan ) modal dalam bentuk aset. Investasi mempunyai tujuan jangka panjang. Adapun yang termasuk pada jenis investasi ini adalah:

  1. Investasi pada saham, yaitu penanaman modal dalam bentuk saham yang dikeluarkan oleh perusahaan lain. Tujuannya untuk dapat mempengaruhi bahkan menguasai perusahaan lain.

  2. Investasi pada obligasi, penanaman modal dalam bentuk obligasi dalam bentuk obligasi dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan (bunga ) secara teratur dari tahun ke tahun.

  3. Investasi pada dana, yaitu penanaman dalam bentuk dana-dana yang akan digunakan pada tahun-tahun mendatang

  4. Investasi dalam bentuk tanah.
Aktiva Tetap (Fixed Assets)
    Menurut PSAK No 16 paragraf 6
Aset tetap adalah aset berwujud yang ;

  1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa,untuk direntalkan kepada pihak lain,atau untuk tujuan administratif

  2. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.
Aktiva tetap ialah kekayaan berwujud yang digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, yang mempuntai manfaat (umur ekonomis) lebih dari 1 tahun dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai barang dagangan serta nilainya material.
Dari pengertian ini Aktiva tetap mengandung lima unsur yaitu : kekayaan berwujud, untuk kegiatan normal, umur ekonomisnya lebih dari satu tahun, tidak untuk dijual sebagai barang dagangan dan nilainya matrial (nilainya berarti atau tinggi). Sehingga Aktiva yang tidak digunakan dalam kegiatan operasi normal tidak boleh dikelompokkan pada  Aktiva tetap, misalnya mesin yang belum digunakan dalam kegiatan normal perusahaan.
Aset tetap dalam akuntansi adalah aset berwujud yang memiliki umur lebih dari satu tahun dan tidak mudah diubah menjadi kas. Jenis aset tidak lancar ini biasanya dibeli untuk digunakan untuk operasi dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali.
Contoh aset tetap antara lain adalah properti, bangunan, pabrik, alat-alat produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor, komputer, dan lain-lain. Aset tetap biasanya memperoleh keringanan dalam perlakuan pajak. Kecuali tanah atau lahan, aset tetap merupakan subyek dari depresiasi atau penyusutan.
Umur ekonomis merupakan umur Aktiva tetap mulai dari pembelian sampai dengan Aktiva itu secara ekonomis kurang menguntungkan, yang berarti umur eknomisnya habis. Di samping itu Aktiva tetap juga mempunyai umur teknis, yaitu umur Aktiva tetap sampai dengan Aktiva tetap itu secara teknis sudah tidak dapat dipakai lagi. Berarti umur teknis lebih lama dari umur ekonomis.
Yang termasuk Aktiva tetap antara lain: tanah untuk lokasi usaha, gedung, mesin-mesin produksi, perlatan, kendaraan dan lain-lain.
Aktiva ini disajikan dalam laporan neraca berdasarkan harga perolehan. Kecuali untuk tanah, harga perolehan Aktiva tetap ini dialokasikan kepada periode-periode akuntansi yang menerima manfaatnya. Jumlah yang dialokasikan pada periode yang berjalan disebut penyusutan (depresiasi) yang dicatat pada perkiraan akumulasi penyusutan. Karena penyusutan diadakan tiap-tiap akhir periode (tiap Tahun) maka akumulasi penyusutan makin lama makin bertambah. Nilai buku akiva tetap sama dengan Harga Perolehan dikurangi Penyusutan.
Pengertian lain yaitu Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

 
Dari pengertian tersebut berarti syarat agar dapat digolongkan aktiva tetap :
1. Siap Pakai : jika belum siap pakai maka masuk ke aktiva dalam pengembangan atau bangunan dalam pelaksanaan.
2. Dengan dibangun lebih dahulu : jika bangunan sudah dapat dipakai/digunakan barulah dapat diakui sebai aktiva tetap.
3. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan : berarti sekalipun suatu saat bisa saja dijual tapi hal tersebut bukan sebagai tujuan perusahaan dalam memperoleh aktiva tetap tersebut. Contoh : bangunan yang digunakan sebagai kantor oleh perusahaan property diakui sebgai aktiva tetap, sedangkan property yg dibangun untuk dijual tidak boleh diakui sebagai aktiva tetap tapi persediaan barang dagang. (koreksi jika salah)
4. Mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun. Diperkirakan umur aktiva tersebut dalam kegiatan normal dapat digunakan minimal 1 tahun atau lebih.

 
Penggolongan aktiva tetap berwujud yaitu:

 

  1. Aktiva tetap berwujud yang masa kegunaannya tidak terbatas (misalnya tanah yang dipakai sebagai tempat kedudukan bangunan pabrik, bangunan gudang, dan bangunan kantor).

  2. Aktiva tetap berwujud yang umur dan masa kegunaannya terbatas dan dapat diganti dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaannya telah berakhir (misalnya bangunan, mesin, alat pabrik, mebel, perlengkapan kantor, kendaraan dan alat transport).

  3. Aktiva tetap berwujud yang umur atau masa kegunaannya terbatas dan tidak dapat diganti dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaanya sudah habis (misalnya sumber alam seperti tambang dan hutan).

 

 

 

 

 

 
Aktiva Tetap Tak Berwujud (Intangible Assets)
    Menurut PSAK No 19 paragraf 8
Aset tidak berwujud adalah asset non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa,disewakan kepada pihak lainnya atau untuk tujuan administratif.
Aktiva ini merupakan Aktiva yang tidak mempunyai wujud fisik, tetapi berupa hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan untuk memperoleh pendapatan. Yang termasuk Aktiva tak berwujud antara lain :


  1. Goodwiil, merupakan keunggulan komperartif yang melekat pada perusahaan secara keseluruhan. Goodwiil memungkinkan perusahaan memperoleh laba yang lebih tinggi dari rata-rata laba perusahaan sejenis dan sebanding. Goodwiil dapat diketahui dari : Produk yang terkenal mempunyai kualitas tinggi; Keunggulan dan keprofesionalan manajemen; Organisasi dan jalur pemasaran yang efisien dan efektif; Lokasi perusahaan yang strategis; Nama perusahaan yang dikenal luas.

  2. Hak Paten, yaitu hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah (Direktorat Paten) kepada perusahaan atau perorangan untuk memanfaatkan penemuan baru.

  3. Hak cipta, yaitu yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan atau perseorangan untuk memperbanyak atau menjual brang-barang hasil karya seni atau karya intelektual (karya tulisan).

  4. Merek dagang / trade mark, yaitu hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah kepada orang atau badan usaha untuk menggunakan cap, nama, atau lambang usaha.

  5. Frachise, yaitu hak tunggal atau hak istimewa yang diperoleh suatu perusahaan dari perusahaan lain, pemerintah, atau perorangan untuk mengkomersialkan produk proses, teknik atau resep tertentu.

 

 
Asset adalah sumber daya yang :

  1. Dikendalikan oleh perusahaan sebagai akibat peristiwa masa lampau;dan

  2. Bagi perusahaan diharapkan akan menghasilkan manfaat ekonomis di masa depan.
Aset moneter adalah kas dan setara kas serta asset yang akan diterima dalam bentuk kas yang jumlahnya pasti atau dapat ditentukan.
Karakteristik aktiva tak berwujud

  1. Didapat atau dibeli dari pihak lain

  2. Memberikan hak-hak istimewa kepada perusahaan sebagai pemilik

  3. Memberikan manfaat dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan

  4. Mempunyai masa kegunaan relative permanen

 
Penggolongan aktiva tak berwujud

  1. Berdasar pada dapat atau tidak dapatnya aktiva itu diidentifikaskan secara spesifik dengan dengan hak,jenis atau aktivitas tertentu. Contohnya hak patent dan hak cipta merupakan aktiva yang mempunyai identifikasi khusus sedang goodwill adalah salah satu bentuk aktiva tak berwujud yang tidak dapat diidentifikasi secara spesifik.

  2. Berdasar cara perolehannya,ada aktiva tak berwujud yang cara perolehanya didapat dari pembelian misalnya hak paten, hak cipta dan ada yang dikembangkan melalui kegiatan riset didalam perusahaan sendiri seperti misalnya resep-resep ata formula rahasia

  3. Berdasar masa manfaat meliputi terbatas masa kegunaannya baik menurut undang-undang kontrak atau pertimbangan-pertimbangan ekonomis seperti hak paten misalnya da tidak terbatas masa kegunaannya seperti goodwill

  4. Dapat atau tidak dapatnya aktiva itu dipisahkan dar eksitensi perusahaan. Terdiri dari dapat dipisahkan dan dijual tersendiri seperti misalnya hak cipta dan tidak dapat dipisahkan misalnya goodwill.
Aktiva tak berwujud ini pun tiap tahun disusutkan yang disebut amortisasi.

 
Aktiva Lain-Lain
Aktiva lain-lain yaitu kekayaan perusahaan yang tidak dapat digolongkan kedalam empat kelompok Aktiva sebelumnya (lancar, investasi jangka panjang, Aktiva tetap dan Aktiva tak berwujud). Yang termasuk Aktiva lain-lain antara lain :

  1. mesin yang tidak dipakai dalam operasi

  2. biaya pra operasi

  3. biaya emisi saham
Walaupun Aktiva diklasifikasikan menjadi lima, tetapi tidak semua perusahaan memiliki seluruhnya. Pada umumnya perusahaan memiliki lengkap kelima macam Aktiva itu adalah perusahaan-perusahaan besar. Sedangkan perusahaan kecil hanya mempunyai Aktiva lancar dan Aktiva tetap saja.
3.PENGAKUAN
Pengakuan Berdasarkan PSAK No. 16
Paragraf 07
Biaya perolehan asset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika :

  1. Besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas

  2. Biaya perolehan aset dapat diukur secara handal.

 
Paragraf 08
Suku cadang dan peralatan pemeliharaan biasanya dicatat sebagai persediaan dan diakui dalam laporan laba rugi pada saat dikonsumsi. Namun demikian, suku cadang utama dan peralatan siap pakai memenuhi kriteria aset tetap ketika entitas memperkirakan akan menggunakan aset tersebut selama kurang lebih satu periode. Sama halnya jika suku cadang dan peralatan pemeliharaan yang hanya bisa digunakan untuk suatu aset tetap tertentu hal ini juga dicatat sebagai aset tetap.

 

 

 
Paragraf 09
Pernyataan ini tidak menentukan unit ukuran dalam pengakuan suatu aset tetap. Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan dalam penerapan criteria pengakuan yang sesuai dengan kondisi tertentu entitas. Pertimbangan tersebut tepat terhadap agresi unit-unit yang secara individual tidak signifikan seperti etakan dan perkakas kemudian menerapkan criteria atas nilai agregat tersebut.

 
Paragraf 10
Entitas harus mengevaluasi berdasarkan prinsip pengakuan ini terhadap semua biaya perolehan aset tetap pada saat terjadinya. Biaya-biaya tersebut termasuk biaya awal untuk memperoleh atau mengkontruksi aset tetap dan biaya-biaya selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti, atau memperbaikinya.
Pada umumnya pengakuan aset dilakukan bersamaan dengan adanya transaksi, kejadian, atau keadaan yang mempengaruhi aset. Disamping memenuhi definisi aset, kriteria keterukuran, keberpautan, dan keterandalan harus dipenuhi pula. Menurut Sterling, Belkaoui (1993) menunjukkan kondisi perlu (necessary) dan kondisi cukup (sufficient) yang merupakan penguji (test) yang cukup rinci untuk mengakui aset tersebut, yaitu:
1.
Deteksi adanya aset (detection of existence test). Untuk mengajui aset, harus ada transaksi yang menandai timbulnya aset
2.
Sumber ekonomik dan kewajiban (economic resources and obligation test). Untuk mengakui aset, suatu objek harus merupakan sumber ekonomik yang langka, dibutuhkan dan berharga.
3.
Berkaitan dengan entitas (entity association test). Untuk mengakui aset, kesatuan usaha harus mengendalikan atau menguasai objek aset.
4.
Mengandung nilai (non-zero magnitude test). Untuk mengakui aset, suatu objek harus mempunyai manfaat yang terukur secara moneter.
5.
Berkaitan dengan waktu pelaporan (temporal association test). Untuk mengakui aset, semua penguji di atas harus dipenuhi pada tanggal pelaporan (tanggal neraca).
6.
Verifikasi (verification test). Untuk mengakui aset, harus ada bukti pendukung untuk meyakinkan bahwa kelima penguji diatas dipenuhi.
Yang dikemukakan Belkoui di atas sebenarnya adalah apa yang disebut dengan kaidah pengakuan (recognition rules) yang merupakan petunjuk teknis atau prosedur untuk menerapkan empat kriteria pengakuan (recogniton criteria) FASB yaitu definisi, keterukuran, keberpautan, dan keterandalan. Kaidah tersebut diperlukan karena kriteria pengakuan sifatnya konseptual atau umum.

  1. PENGUKURAN
Pengukuran Awal berdasarkan PSAK no.16
Paragraf 15
Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset pada awalnya harus diujur sebesar biaya perolehan.

 
Pengukuran biaya perolehan
Paragraf 23
Biaya perolehan aset tetap adalah setara dengan nilai tunainya dan diakui pada saat terjadinya jika pembayaran untuk suatu aset ditangguhkan hingga melampui jangka waktu kredit normal, perbedaan antara nilai tunai dengan pembayaran total diakui sebagai beban bunga selama periode kredit kecuali dikapitalisasi sesuai dengan perlakuan alternative yang diizinkan dalam PSAK NO. 26 tentang biaya pinjaman.

 
Pengukuran setelah pengakuan awal berdasarkan PSAK no. 16
Model Biaya
Paragraph 30
Setelah diakui sebagai aset, setelah aset tetap dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset.

 
Model Revaluasi
Paragraf 31
Setelah diakui sebagai aset, suatu aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal harus dicatat pada jumlah revaluasian yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi harus dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal neraca.
Salah satu kriteria pengakuan aset adalah keterukuran (measureability) manfaat ekonomik yang akan datang. Yang dimaksud pengukuran di sini adalah penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu objek aset pada saat terjadinya, yang akan dijadikan data dasar untuk mengikuti aliran fisis objek tersebut.
Dan jika suatu sumberdaya yang diperoleh suatu perusahaan tidak andal (reliable) pada elemen pengukurannya, maka sumberdaya tersebut tidak dapat ditampilkan sebagai aset melainkan diakui sebagai pendapatan ketika terjadi transaksi.
Pengakuan dan pengukuran berdasarkan PSAK no. 19
Pengakuan dan pengukuran awal aset tidak berwujud
Paragraf 19
Dalam mengakui suatu pos sebagai aset tidak berwujud, perusahaan perlu menunjukan bahwa pos tersebut memenuhi:

  1. Definisi aset tidak berwujud

  2. kriteria pengakuan sebagaimana diatur dalam pernyataan ini
Paragraf 20
Aset tidak berwujud diakui jika dan hanya jika:

  1. Kemungkinan besar perusahaan akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tersebut

  2. Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal
Paragraf 23
Suatu aset tidak berwujud pada awalnya harus diakui sebesar biaya perolehan.
Pengukuran Nilai yang dapat diperoleh kembali berdasarkan PSAK No. 48
Paragraf 13
Untuk menentukan nilai yang dapat diperoleh kembali, perusahaan tidak selalu harus lebih dahulu menentukan harga jual neto atau nilai pakai aset. Misalnya jika salah satu dari jumlah ini melebihi nilai tercatat aset maka aset tidak turun nilainya dan tidak perlu menaksir nilai lain.

 
Pengakuan dan Pengukuran kerugian penurunan nilai aset

 
Paragraf 41
Jika nilai yang dapat diperoleh kembali dari suatu aset lebih kecil dari nilai tercatatnya nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar nilai dapat diperoleh kembali. Penurunan tersebut merupakan rugi penurunan nilai aset dan harus segera diakui sebagai beban pada laporan laba rugi.
6. PENYAJIAN
    Berdasarkan PSAK No. 16
Paragraf 75
    Laporan keuangan mengungkapkan, untuk setiap kelompok aset tetap:

  • Dasar pengukuran yang digunakan dalam menentukan jumlah tercatat bruto

  • Metode penyusutan yang digunakan

  • Umur manfaat atau tariff penyusutan yang digunakan

  • Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan (dijumlahkan dengan akumulaisi rugi penurunan nilai)pada awal dan akhir periode

  • Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukan

    • Penambahan

    • Aset yang diklasifikasi sebagai tersedia untuk dijual atau termasuk dalam

    • keompok yang akan dilepaskan yang diklasifikasikan sebagai tersedia

    • untuk dijual sesuai dengan paragraf 45 atau pelepasan lainnya

    • Akuisisi melalui penggabungan usaha

    • Peningkatan atau penurunan akibat dari revaluasi sesuai paragraph 31, 39, dan 40 serta dari rugi penurunan nilai yang diakui atau dijurnal balik secara langsung pada ekuitas sesuai PSAK no. 48

    • Rugi penurunan nilai yang diakui dalam laporan laba rugi sesuai PSAK NO. 48

    • Rugi penurunan nilai yang dijurnal balik dalam laporan laba rugi sesuai PSAK no. 48

    • Penyusutan

    • Selisih nilai tukar neto yang timbul dalam penjabaran laporan keuangan dari mata uang fungsional menjadi mata uang palaporan yang berbeda termasuk penjabaran dari kegiatan usaha luar negeri menjadi mata uang pelaporan dari entitas pelapor

    • Perubahan lain

 
Paragraf 76

  • Keberadaan dan jumlah restriksi atas hak milik dan aset tetap yang dijaminkan untuk utang

  • Jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap yang sedang dalam pembangunan

  • Jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan aset tetap dabn

  • Jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk aset tetap yang mengalamipenurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laporan laba rugi, jika tidak dingkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi.
Pengungkapan dan penyajian pos-pos aset harus dipelajari dari standar yang mengatur tiap pos. Secara umum, prinsip akuntansi berterima umum memberi pedoman penyajian dan pengungkapan aset sebagai berikut:
a.
Aset disajikan di sisi debit atau kiri dalam neraca berformatakun atau di bagian atas dalam neraca berformat laporan.
b.
Aset diklasifikasi menjadi aset lancar dan aset tetap.
c.
Aset diurutkan penyajiannya atas dasar likuiditas atau kelancarannya, yang paling lancar dicantumkan pada urutan pertama.
d.
Kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan pos-pos tertentu harus diungkapkan (misalnya metoda depresiasi aset tetap dan dasar penilaian sediaan barang.
7. PENILAIAN
Di dalam akuntansi, istilah pengukuran dan penilaian sering tidak dibedakan karena adanya asumsi bahwa akuntansi menggunakan unit moneter untuk mengukur makna ekonomik (economic attribute) suatu objek, pos, atau elemen. Pengukuran biasanya digunakan dalam akuntansi untuk menunjuk proses penentuan jumlah rupiah yang harus dicatat untuk objek pada saat pemerolehan. Penilaian biasanya digunakan untuk menunjuk proses penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada tiap elemen atau pos statemen keuangan pada saat penyajian.
Tujuan dari penilaian aset adalah untuk merepresentasi atribut pos-pos aset yang berpaut dengan tujuan laporan keuangan dengan menggunakan basis penilaian yang sesuai. Sedangkan tujuan pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang dapat membantu investor dan kreditor dalam menilai jumlah, saat, dan ketidakpastian aliran kas bersih ke badan usaha. Singkatnya, tujuan penilaian aset harus berpaut dengan tujuan pelaporan keuangan.
FASB mengidentifikasi lima makna atau atribut yang dapat direpresentasi berkaitan dengan aset, dasar penilaian menurut FASB (SFAC No. 5, prg. 67) dapat diringkas sebagai berikut:
a.
Historical cost. Tanah, gedung, perlengkapan, perlengkapan pabrik, dan kebanyakan sediaan dilaporkan atas dasar kos* historisnya yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang dikorbankan untuk memperolehnya. Kos historis ini tentunya disesuaikan dengan jumlah bagian yang telah didepresiasi atau diamortisasi.
b.
Current (replacement) cost. Beberapa sediaan disajikan sebesar nilai sekarang atau penggantinya yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang harus dikorbankan kalau aset tertentu diperoleh sekarang.
c.
Current market value. Beberapa jenis investasi dalam surat berharga disajikan atas dasar nilai pasar sekarang yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang dapat diperoleh kesatuan usaha dengan menjual aset tersebut dalam kondisi perusahaan yang normal (tidak akan dilikuidasi). Nilai pasar sekarang juga digunakan untuk aset yang kemungkinan akan laku dijual dibawah nilai bukunya.
d.
Net realizable value. Beberapa jenis piutang jangka pendek dan sediaan barang disajikan sebesar nilai terealisasi bersih yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang akan diterima (tanpa didiskun) dari aset tersebut dikurangi dengan pengorbanan (kos) yang diperlukan untuk mengkonversi aset tersebut menjadi kas atau setaranya.
e.
Present (or discounted) value of future cash flows. Piutang dan investasi jangka panjang disjikan sebesar nilai sekarang penerimaan kas di masa mendatang sampai piutang terlunasi (dengan tarif diskun implisit) dikurangi dengan tambahan kos yang mungkin diperlukan untuk mendapatkan penerimaan tersebut.
8. PENGUNGKAPAN
    Pengungkapan Berdasarkan PSAK No. 19
Umum
Paragraf 84
Laporan keuangan harus mengungkapkan hal-hal berikut untuk setiap golongan aset tidak berwujud dengan membedakan antara aset tidak berwujud yang dihasilkan secara internal dan aset tidak berwujud lainnya:

  • Masa manfaat atau tingkat amortisasi yang digunakan

  • Metode amortisasi yang digunakan

  • Nilai tercatat bruto dan akumulasi amortisasi (yang digabungkan dengan akumulasi rugi penurunan nilai) pada awal dan akhir periode.

  • Unsure pada laporan keuangan yang di dalamnya terdapat amortisasi asset tidak berwujud,dan

  • Rekonsiliasi nilai tercatat pada awal dan akhir periode dengan menunjukan:

    • Penambahan asset tidak berwujud yang terjadi,dengan mengungkapan secara terpisah penambahan yang berasal dari pengembangan di dalam perusahaan dan dari penggabungan usaha;

    • Penghentian dan pelepasan asset tidak berwujud ;

    • Rugi penurunan nilai yang diakui pada laporan laba rugi periode berjalan sesuai dengan PSAK No 48 tentang penurunan nilai asset (jika ada)

    • Rugi penurunan nilai yang dibalik pada laporan laba rugi periode berjalan sesuai dengan PSAK No 48 tentang penurunan nilai asset (jika ada)

    • Amortisasi yang diakui selama periode berjalan

    • Selisih kurs netto yang timbul dari penjabaran laporan keuangan suatu entitas asing;dan

    • Perubahan lainnya dalam nilai tercatat selam periode berjalan .

 
Paragraf 88
Laporan keuangan juga harus mengungkapan;

  1. Alasan perusahaan tidak mengikuti asumsi umum,yaitu masa manfaat suatu asset tidak berwujud tidak akan melebihi 20 tahun sejak tanggal asset tersebut tersedia untuk digunakan jika suatu asset tidak berwujud diamortisasi selam lebih dari 20 tahun;dalam memberikan alas an tersebut,perusahaaan harus menjelaskan factor-faktor penting dalam menentukan masa manfaat asset;

  2. Penjelasan, nilai tercatat, dan periode amortiusasi yang tersisa dari setiap asset tidak berwujud yang material bagi laporan keuangan secara keseluruhan;

  3. keberadaan dan nilai tercatat asset tidak berwujud yang hak penggunaanya dibatasi dan nilai tercatat asset tidak berwujudyang ditentukan sebagai jaminan atas hutang;dan

  4. jumlah komitmen untuk memperoleh asset tidak berwujud   

 

 

 

 

 
Pengunkapan Berdasarkan PSAK No 48

 
Paragraf 79
Untuk setiap kelompok asset,laporan keuangan harus mengungkapkan:

  1. rugi penurunan nilai yang diakui selama periode tersebut dan unsur-unsur laporan laba rugi yang dalam kerugian penurunan nilai telah di masukan

  2. pemulihan kerugian penurunan nilai yang di akui selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi yang di dilamnya kerugian penurunan nilai telah pulih.

 
Paragraph 82
    Untuk asset setiap individual atau unit prnghasilan kas, yang kerugian penurunan nilainya telah di akui dan dipulihkan dalam periode tertentu, laporan mkeuangan harus mengungapkan :

  1. sifat asset (unit penghasilan kas), nilai tercatat nya dan sekmen yang mengoperasikan asset tersebut ( sebagaimana yang di devenisikan dalam PSAK no 5 tentang pelaporan sekmen).

  2. jumlah kerugian penurunan nilai yang telah di akui atau dipulihkan dalam periode tersebut untuk asset ( unit atau unit penghasilan kas), dan kejadian serta kondisi yang menyebabkan atau pemmulihan tersebut.

  3. nilai yang di gunakan untuk mengungkapkan jumlah yang vdapat di peroleh kembali dari asat ( unit penghasilan kas ) : harga jual netto atau nilai pakai.

  4. informasi berikut ini, jika jumlah nilai yang dapat dipakai kembali didasarkan pada nilai pakai asset :

    1. jangka waktu yang digunakan manajemen untuk memproyeksikan arus kas di masa depan secara jangka pendek jika pada waktu tersebut lebih dari 5 tahun, penggunaan jangka waktu tersebut.

    2. tarip diskonto yanbg di gunakan untuk ekstrapolasi proyeksi janga pendek manajemen, dan alas an penggunaan tarif diskonto tersebut, jika tariff diskonto yang di gunakan meningkat atau melebihi tingkat pertumbuhan jangka panjang rata-rata untuk prodak, industry, dan Negara atau Negara-negara tempat perusahaan beroperasi atau untuk pasar prodak yang di hasilkan oleh asset atau unit penghasil kas.

    3. fakta nilai bahwa nilai pakai secara siknifikan lebih besar dari harga jual netto, ( jika hal ini terjadi)

     
Paragraf 83
    Jika nilai pakai asset ( unit penghasil kas) telah di tentukan dalam periode tersebut dan tidak ada kerugian penurunan nilai yang telah di akui atau di pulihkan dalam periode tersebut untuk asset (unit jpenghasil kas), laporan keuanga nharus mengungkapkan informasi sebagai beriku ini :

  1. jangka waktu yang di gunakan manajemen untuk memeproyeksikan arus kas masa depan jika periode tersebut lebi dari 5 tahun, dan alassan menggunakan jangka waktu tersebut.

  2. tarif diskonto yang di gunakan untuk ekstalpolasi proyeksi jangka pendek unit manajemen, dan alas an pengguan tariff diskonto tersebut jika tariff diskonto menigkat atau melebihi tingkat pertumbuhan jangka rata-rata untuk produk, industry dan Negara atau Negara-nagara tempat perusahaan beroperasi atau untuk pasar prodak yang di hasilkan oleh asset atau unit penghasil kas.

  3. fakta nilai bahwa nilai pakai secara siknifikan lebih besar dari harga jual netto, ( jika hal ini terjadi).
Paragraf 85
Jika nilai yang dapat diperoleh dari asset adalah nilai pakainya,pada setiap periode berikutnya, perusahaan harus membandingan arus kas sesungguhnya dengan taksiran arus kas, sebelum perhitungan diskonto,yang ditentukan pada saat nilai pakai terakhir kali ditentukan.jika arus kas sesungguhnya secara material lebih kecil dari ( lebih besar dari ) taksiran, perusahaan harus menaksir kembali nilai pakai yang terakhir kali ditentukan dengan menggunakan arus kas sesungguhnya,namun dengan mengganggap semua asumsi lain tidak berubah.jika penggunaan arus kas sesungguhnya pada periode-periode sebelunnya memerlukan pengakuan atau pemulihan kerugian penurunan nilai dalam periode-periode tersebut,perusahaan harus mengungkapan ;

  1. Jumlah kerugian penurunan nilai yang seharusnya diakui atau dipulihkan jika arus kas sesungguhnya digunakan dalam menaksirkan nilai pakai tahun-tahun sebelumnya

  2. Jumlah setiap kerugian penurunan nilai yang telah diakui atau dipulihkAn untuk aset selama periode sekarang.

  3. Sifat perubahan asumsi yang menjelaskan mengapa jumlah yang diungkapkan sehubungan dengan (a) dan (b) di atas berbeda (jika hal ini yang berbeda.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN                 PSAK No.

 
                                         16

 
Ikatan Akuntan INDONESIA

 

Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-Lain


 

PENDAHULUAN

Tujuan


 
Tujuan Pernyataan ini adalah mengatur perlakuan akuntansi untuk aktiva tetap. Masalah utama dalam akuntansi untuk aktiva tetap adalah saat (timing) pengakuan aktiva, penentuan jumlah tercatat, dan pembebanan penyusutan, serta penentuan dan perlakuan akuntansi atas penurunan nilai tercatat (carrying value).
Pernyataan ini mensyaratkan bahwa aktiva tetap dapat diakui sebagai aktiva jika memenuhi definisi dan kriteria pengakuan suatu aktiva dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan .
Pernyataan ini juga mengatur kriteria penggolongan aktiva lain-lain

Ruang Lingkup


 
01 Pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi aktiva tetap dan aktiva lain-lain kecuali bila standar akuntansi keuangan lainnya mensyaratkan suatu perlakuan akuntansi yang berbeda .
02 Pernyataan ini tidak berlaku untuk:
(a) Hutan dan sumber daya alam serupa yang dapat diperbaharui
(b) Kuasa pertambangan, eksplorasi dan penggalian mineral, minyak, gas alam dan sumber daya.alam serupa yang tidak dapat diperbaharui.

 
Namun demikian, Pernyataan ini berlaku untuk aktiva tetap yang digunakan untuk mengembangkan atau memelihara aktivitas atau aktiva yang tercakup dalam (a) dan (b) di atas, tetapi dapat dipisahkan dari aktivitas atau aktiva tersebut.

 
03 Dalam keadaan tertentu, standar akuntansi keuangan mengijinkan pengakuan awal jumlah tercatat aktiva tetap menggunakan pendekatan yang berbeda dari yang dijelaskan dalam Pernyataan ini. Contohnya, dalam perlakuan alternatif yang diijinkan untuk goodwill negatif, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.22 tentang Penggabungan Usaha, mensyaratkan aktiva tetap yang diperoleh dalam penggabungan usaha diukur pada awalnya dengan nilai wajar sekalipun nilai tersebut melebihi biayanya. Tetapi, dalam keadaan tersebut, seluruh aspek perlakuan akuntansi untuk aktiva tersebut, termasuk penyusutan, ditentukan oleh ketentuan dalam Pernyataan ini.

 
04 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi, mengijinkan suatu perusahaan untuk memperlakukan investasi properti sebagai properti, sesuai dengan Pernyataan ini, atau sebagai investasi jangka panjang, sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.13 tentang Akuntansi untuk Investasi.

Definisi


 
05 Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:
    Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

Penjelasan

Pengakuan Aktiva Tetap


 
06 Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap bila:

 

  1. Besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian di masa yang akan datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam perusahaan

  2. Biaya perolehan aktiva dapat diukur secara andal.

 
07 Aktiva tetap sering merupakan suatu bagian utama aktiva perusahaan, dan karenanya signifikan dalam penyajian posisi keuangan. Lebih jauh lagi, penentuan apakah suatu pengeluaran merupakan suatu aktiva atau beban dapat berpengaruh signifikan pada hasil operasi yang dilaporkan perusahaan .

 
08 Dalam menentukan apakah suatu pos memenuhi kriteria pertama untuk pengakuan, suatu perusahaan harus menilai tingkat kepastian aliran manfaat keekonomian masa yang akan datang berdasarkan bukti yang tersedia pada waktu pengakuan awal. Adanya kepastian yang cukup bahwa manfaat keekonomian masa yang akan datang akan mengalir ke perusahaan membutuhkan suatu kepastian bahwa perusahaan akan menerima imbalan dan menerima risiko terkait. Kepastian ini biasanya hanya tersedia jika risiko dan imbalan telah diterima perusahaan. Sebelum hal ini terjadi, transaksi untuk memperoleh aktiva biasanya dapat dibatalkan tanpa sanksi yang signifikan, dan karenanya aktiva tidak diakui.

 
09 Kriteria kedua untuk pengakuan biasanya dapat dipenuhi langsung karena transaksi pertukaran mempunyai bukti pembelian aktiva mengidentifikasikan biayanya. Dalam keadaan suatu aktiva yang dikonstruksi sendiri, suatu pengukuran yang dapat diandalkan atas biaya dapat dibuat dari transaksi dengan pihak eksternal dan perusahaan untuk perolehan bahan baku, tenaga kerja dan input lain yang digunakan dalam proses konstruksi .

 
10 Dalam mengidentifikasikan suatu pos terpisah dari aktiva tetap, pertimbangan dibutuhkan dalam mengaplikasikan kriteria dalam definisi untuk keadaaan khusus atau jenis perusahaan khusus. Mungkin tepat untuk mengagregatkan pos individu yang tidak signifikan, seperti cetakan dan perkakas, dan untuk menerapkan kriteria untuk nilai agregat. Kebanyakan suku cadang dan peralatan pemeliharaan dan reparasi (servicing) biasanya dianggap sebagai persediaan dan diakui sebagai suatu beban pada saat dikonsumsi. Tetapi, suku cadang utama dan peralatan siap pakai dikualifikasi sebagai aktiva tetap jika perusahaan mengharapkan untuk menggunakannya selama lebih dari satu periode. Demikian pula jika suku cadang dan peralatan pemeliharaan dan reparasi (servicing) dapat digunakan hanya dalam hubungan dengan suatu pos aktiva tetap dan penggunaannya diharapkan tidak teratur, dibukukan sebagai aktiva tetap dan disusutkan sepanjang suatu periode waktu yang tidak melebihi masa manfaat dari aktiva yang berhubungan.

 
11 Dalam keadaan tertentu, adalah tepat untuk mengalokasikan pengeluaran total pada suatu aktiva pada komponennya dan membukukan setiap komponen secara terpisah apabila harga perolehan masing-masing komponen dapat diperoleh dari pemasok atau pembuat. Hal ini adalah keadaan di mana komponen aktiva memiliki masa manfaat berbeda atau menyediakan manfaat bagi perusahaan dengan pola berbeda dan karenanya memerlukan penggunaan tarif dan metode penyusutan berbeda. Contohnya, suatu pesawat terbang dan mesinnya harus diperlakukan sebagai aktiva yang terpisah jika memiliki masa manfaat berbeda .

 
12 Aktiva tetap dapat diperoleh untuk alasan keamanan atau lingkungan. Perolehan aktiva tetap semacam itu, di mana tidak secara langsung meningkatkan manfaat keekonomian masa yang akan datang dari suatu aktiva tetap tertentu yang ada dapat diperlukan bagi perusahaan untuk memperoleh manfaat keekonomian masa yang akan datang dari aktiva yang lain. Dalam keadaan ini, perolehan aktiva tetap semacam itu memenuhi kualifikasi pengakuan aktiva, karena memungkinkan manfaat keekonomian masa yang akan datang dari aktiva yang berkaitan untuk diperoleh perusahaan dalam kelebihan apa yang dapat diperoleh jika aktiva tetap tersebut tidak diperoleh. Tetapi, aktiva tersebut hanya diakui sepanjang hasil jumlah tercatat aktiva tersebut dan aktiva yang berkaitan tidak melebihi jumlah total yang mungkin diperoleh kembali (recoverable amount) dari aktiva. Misalnya, suatu perusahaan yang memproduksi bahan kimia harus dapat memasang sarana pengendali zat kimia (chemical handling processes) tertentu yang baru untuk memenuhi persyaratan lingkungan hidup pada produksi dan penyimpanan bahan kimia yang berbahaya; peninggian pabrik yang berkaitan diakui sebagai suatu aktiva sepanjang dapat diperoleh kembali (recoverable) karena, tanpanya, perusahaan tidak dapat memproduksi dan menjual bahan kimia .

Pengakuan Awal Aktiva Tetap


 
13 Suatu benda berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan .

 
Komponen Biaya

 
14 Biaya perolehan suatu aktiva tetap terdiri dari harga belinya, termasuk bea impor dan PPN Masukan Tak Boleh Restitusi (non-refundable), dan setiap biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam membawa aktiva tersebut ke kondisi yang membuat aktiva tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan; setiap potongan dagang dan rabat dikurangkan dari harga pembelian. Contoh dari biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah:

  1. Biaya persiapan tempat

  2. Biaya pengiriman awal (initial delivery) dan biaya simpan dan bongkar-muat (handling costs)

  3. Biaya pemasangan (installation costs)

  4. Biaya profesional seperti arsitek dan insinyur.

 
15 Jika pembayaran untuk suatu aktiva tetap ditangguhkan melampaui jangka waktu kredit normal, biayanya adalah yang disamakan dengan harga tunai; perbedaan antara jumlah ini dan pembayaran total diakui sebagai beban bunga selama periode kredit selama tidak dikapitalisasi menurut perlakuan alternatif Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 26 tentang Akuntansi Bunga untuk Periode Konstruksi.

 
    16 Biaya administrasi dan overhead umum lainnya bukan merupakan suatu komponen biaya aktiva tetap sepanjang biaya tersebut tidak dapat diatribusikan secara langsung pada biaya perolehan aktiva atau membawa aktiva ke kondisi kerjanya. Demikian pula biaya permulaan (start-up costs) dan pra-produksi serupa tidak merupakan bagian biaya suatu aktiva kecuali biaya tersebut perlu untuk membawa aktiva ke kondisi kerjanya. Rugi operasi awal yang terjadi sebelum suatu aktiva mencapai kinerja yang direncanakan diakui sebagai suatu beban.

 
17 Biaya perolehan suatu aktiva yang dikonstruksi sendiri ditentukan menggunakan prinsip yang sama seperti suatu aktiva yang diperoleh. Jika suatu perusahaan membuat aktiva serupa untuk dijual dalam keadaan usaha normalr biaya perolehan aktiva biasanya sama dengan biaya memproduksi aktiva untuk dijual (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 14 tentang Persediaan). Karenanya, setiap laba internal dieliminasi dalam menetapkan biaya tersebut. Demikian pula biaya dari jumlah yang abnormal dari bahan baku yang tak terpakai, tenaga kerja, atau sumber daya lain yang terjadi dalam memproduksi suatu aktiva yang dikonstruksi sendiri tidak dimasukkan dalam biaya perolehan aktiva. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 26 tentang Akuntansi Bunga untuk Periode Konstruksi, membuat kriteria yang harus dipenuhi sebelum biaya bunga dapat diakui sebagai suatu komponen biaya aktiva tetap.

 
18 Biaya perolehan suatu aktiva yang digunakan oleh lessee dalam suatu lease keuangan ditentukan menggunakan prinsip dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha.

 

Aktiva Donasi

22 Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan harus dicatat sebesar harga taksiran atau harga pasar yang layak dengan mengkreditkan akun "Modal Donasi. "

 

Pengeluaran Setelah Perolehan


 
23 Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aktiva tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat keekonomian di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi, atau -peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada jumlah tercatat aktiva yang bersangkutan.

 
    24 Pengeluaran setelah perolehan (subsequent expenditures) pada properti, pabrik dan peralatan hanya diakui sebagai suatu aktiva jika pengeluaran meningkatkan kondisi aktiva melebihi standar kinerja semula. Contoh peningkatan yang menghasilkan peningkatan manfaat keekonomian masa yang akan datang mencakup:

  1. modifikasi suatu pos sarana pabrik untuk memperpanjang usia manfaatnyaf termasuk suatu peningkatan kapasitasnya

  2. peningkatan kemampuan mesin (upgrading machine parts) untuk mencapai peningkatan besar dalam kualitas output

  3. penerapan proses produksi baru yang memungkinkan suatu pengurangan besar biaya operasi.

 
25 Pengeluaran untuk perbaikan atau perawatan aktiva tetap untuk menjaga manfaat keekonomian masa yang akan datang yang dapat diharapkan perusahaan, untuk mempertahankan standar kinerja semula atas suatu aktiva, biasanya diakui sebagai beban saat terjadi. Contohnya, biaya pemeliharaan dan reparasi (servicing) atau turun mesin (overhauling) pabrik dan peralatan biasanya merupakan beban, karena memelihara, daripada meningkatkan, standar kinerja semula.

 
26 Perlakuan akuntansi yang tepat untuk pengeluaran yang terjadi setelah perolehan suatu aktiva tetap tergantung pada keadaan yang diperhitungkan pada pengukuran awal dan pengakuan pos yang berkaitan dari aktiva tetap dan apakah pengeluaran setelah perolehan (subsequent expenditures) dapat pulang pokok. Contohnya, jika jumlah tercatat aktiva tetap telah memperhitungkan suatu kerugian dalam manfaat keekonomian, pengeluaran setelah perolehan (subsequent expenditures) untuk memelihara manfaat keekonomian masa yang akan datang yang diharapkan dari aktiva dikapitalisasi asalkan saja jumlah tercatat tidak melebihi jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aktiva. Ini juga keadaan di mana harga pembelian suatu aktiva telah mencerminkan kewajiban perusahaan untuk membuat pengeluaran dalam masa yang akan datang yang perlu untuk membawa aktiva ke kondisi kerjanya. Contohnya adalah perolehan suatu gedung membutuhkan renovasi. Dalam keadaan tersebut, pengeluaran setelah perolehan ditambahkan ke jumlah tercatat aktiva sepanjang dapat diperoleh kembali dari manfaat masa yang akan datang dari aktiva .

 
27 Komponen utama dari beberapa aktiva tetap dapat membutuhkan penggantian pada jangka waktu yang teratur. Misalnya, suatu tungku pembakaran butuh untuk pelapisan-dalam-ulang (relining) setelah beberapa jam tertentu dari penggunaannya atau interior pesawat terbang seperti tempat duduk dan dapur mungkin membutuhkan penggantian beberapa kali sepanjang usia pesawat. Komponen dibukukan sebagai aktiva terpisah karena memiliki masa manfaat yang berbeda dari aktiva tetap yang berhubungan. Karenanya, asalkan kriteria pengakuan dalam paragraf 6 dipenuhi, pengeluaran yang terjadi dalam mengganti atau memperbaharui komponen dibukukan sebagai perolehan suatu aktiva terpisah dan aktiva yang diganti dihapus.

 

Pengukuran Berikutnya terhadap Pengakuan Awal

28 Aktiva tetap disajikan berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut dikurangi akumulasi penyusutan.

29 Penilaian kembali atau revaluasi aktiva tetap pada umumnya tidak diperkenankan karena Standar Akuntansi Keuangan menganut penilaian aktiva berdasarkan harga perolehan atau harga pertukaran. Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah. Dalam hal ini laporan keuangan harus menjelaskan mengenai penyimpangan dari konsep harga perolehan di dalam penyajian aktiva tetap serta pengaruh penyimpangan tersebut terhadap gambaran keuangan perusahaan. Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai buku (nilai tercatat) aktiva tetap dibukukan dalam akun modal dengan nama "Selisih penilaian kembali aktiva tetap."


 

33 Masa manfaat aktiva ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan oleh perusahaan. Kebijakan manajemen aktiva suatu perusahaan mempengaruhi jumlah penyusutan aktiva setelah suatu waktu yang ditentukan atau setelah konsumsi dari proporsi tertentu atas manfaat keekonomian yang diwujudkan dalam aktiva. Karenanya, masa manfaat suatu aktiva dapat lebih pendek daripada usia keekonomiannya. Estimasi masa manfaat suatu aktiva tetap merupakan masalah pertimbangan yang berdasarkan pada pengalaman perusahaan dengan aktiva serupa.
34 Tanah dan bangunan harus diperlakukan sebagai aktiva yang terpisah untuk tujuan akuntansi, walaupun diperoleh secara sekaligus. Tanah biasanya memiliki usia tak terbatas, oleh karena itu tidak disusutkan. Bangunan memililki usia terbatas, oleh karena itu disusutkan. Peningkatan nilai tanah tempat bangunan didirikan tidak mempengaruhi masa manfaat bangunan.
35 Jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva ditentukan setelah mengurangi nilai sisa aktiva. Dalam prakteknya, nilai sisa suatu aktiva sering tidak signifikan dan karenanya tidak material dalam penghitungan jumlah yang dapat disusutkan. Jika benchmark treatment digunakan dan nilai sisa signifikan, nilai sisa diestimasi pada tanggal perolehan dan berikutnya tidak meningkat untuk perubahan harga. Tetapi, jika perlakuan alternatif yang diijinkan yang digunakan, suatu estimasi harus dibuat pada tanggal penilaian kembali berikutnya atas aktiva. Estimasi berdasarkan pada nilai sisa pada tanggal estimasi aktiva serupa yang telah mencapai akhir masa manfaatnya dan telah beroperasi dalam kondisi yang serupa dengan kondisi di mana aktiva akan digunakan .
36 Jika pembelian suatu aktiva mengakibatkan perusahaan mengeluarkan biaya membongkar, memindahkan, memperbaiki, pada akhir masa manfaat aktiva, biaya tersebut diakui sebagai suatu beban sepanjang usia aktiva, dengan cara:
(a)    mengurangi biaya yang diestimasi dalam menentukan nilai sisa aktiva dan dengan cara demikian meningkatkan beban penyusutan tahunan. Setiap jumlah tercatat negatif yang dihasilkan, diakui sebagai suatu hutang; atau
(b)    jika biaya yang diestimasi tidak dikurangkan dalam menetapkan nilai sisa, dengan mengakui biaya sebagai suatu beban terpisah sepanjang usia aktiva sedemikian rupa sehingga hutang untuk biaya ini tersedia penuh pada akhir masa manfaat aktiva.

 
37.Berbagai metode penyusutan dapat digunakan untuk mengalokasikan jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva pada suatu dasar sistematis sepanjang masa manfaatnya. Metode ini mencakup metode penyusutan berdasarkan waktu, penggunaan dan kriteria lainnya (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 17 tentang Akuntansi Penyusutan). Metode yang digunakan untuk suatu aktiva dipilih berdasarkan pola yang diharapkan atas manfaat keekonomian dan secara konsisten digunakan dari periode ke periode kecuali terdapat perubahan dalam pola yang diharapkan atas manfaat keekonomian aktiva tersebut.

 
38 Beban penyusutan untuk suatu periode biasanya diakui sebagai suatu beban. Tetapi, dalam keadaan tertentu, manfaat keekonomian yang terwujud dalam suatu aktiva diserap perusahaan dalam memproduksi aktiva lain bukan memberikan kenaikan pada suatu beban. Dalam keadaan ini, beban penyusutan mencakup bagian biaya perolehan aktiva lain dan termasuk dalam jumlah tercatatnya. Sebagai contoh, penyusutan pabrik dan peralatan pabrik termasuk dalam biaya proses produksi persediaan (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.14 tentang Persediaan). Demikian pula, penyusutan aktiva tetap yang digunakan untuk aktivitas pengembangan dapat dimasukkan dalam biaya pengembangan yang dikapitalisasi sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 20 tentang Biaya Riset dan Pengembangan.

 

 

 

Pengungkapan


 
49 Laporan keuangan harus mengungkapkan, dalam hubungan dengan setiap jenis aktiva tetap:

 

  1. dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto. Jika lebih dari satu dasar yang digunakan, jumlah tercatat bruto untuk dasar dalam setiap kategori harus diungkapkan

  2. metode penyusutan yang digunakan

  3. masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan

  4. jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode

  5. suatu rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode memperlihatkan:

    1. penambahan

    2. pelepasan

    3. akuisisi melalui penggabungan usaha

    4. revaluasi yang dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah

    5. penurunan nilai tercatat sesuai dengan paragraf 43

    6. penyusutan

    7. beda nilai tukar neto yang timbul pada penjabaran laporan keuangan suatu entitas asing

    8. setiap pengklasifikasian kembali.

 
50 Laporan keuangan juga harus mengungkapkan:

 

  1. eksistensi dan batasan atas hak milik dan aktiva tetap yang dijaminkan untuk hutang

  2. kebijakan akuntansi untuk biaya perbaikan yang berkaitan dengan aktiva tetap

  3. jumlah pengeluaran pada akun aktiva tetap dalam konstruksi

  4. jumlah komitmen untuk akuisisi aktiva tetap.

 

 

 
51 Pemilihan metode penyusutan dan estimasi masa manfaat aktiva adalah masalah pertimbangan. Karenanya, pengungkapan metode yang digunakan dan usia manfaat yang diestimasi atau tarif penyusutan menyediakan pemakai laporan keuangan dengan informasi yang mengijinkan mereka meninjau kebijakan yang dipilih oleh manajemen dan memungkinkan perbandingan dibuat dengan perusahaan lain. Untuk alasan serupa, adalah perlu untuk mengungkapkan penyusutan yang dialokasikan dalam suatu periode dan akumulasi penyusutan pada akhir periode tersebut.

 
52 Suatu perusahaan mengungkapkan hakekat dan pengaruh suatu perubahan dalam suatu estimasi akuntansi yang memiliki pengaruh material dalam periode sekarang atau yang mana diharapkan untuk miliki suatu pengaruh material dalam periode berikutnya sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.25 tentang Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan Akuntansi.

 
Pengungkapan tersebut dapat timbul dari perubahan estimasi dalam:
(a) nilai sisa;
(b) biaya pembongkaran, pemindahan dan perbaikan;
(c) masa manfaat; dan
(d) metode penyusutan.
53 Jika aktiva tetap dicatat pada jumlah yang dinilai kembali hal berikut harus diungkapkan:
(a) dasar yang digunakan untuk menilai kembali aktiva;
(b) tanggal efektif penilaian kembali;
(c) nama penilai independen, bila ada;
(d) hakekat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti;
(e) jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap;
(f) surplus penilaian kembali aktiva tetap.

 
54 Para pemakai laporan keuangan juga menemui bahwa informasi berikut adalah relevan dengan kebutuhan mereka;

  1. jumlah tercatat aktiva tetap yang menganggur secara temporer

  2. jumlah tercatat bruto dari setiap aktiva tetap yang disusut kan penuh yang masih dalam penggunan

  3. jumlah tercatat aktiva tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan ditahan untuk dihentikan

  4. jika benchmark treatment digunakan, nilai wajar aktiva tetap jika secara material berbeda dari jumlah tercatatnya.

 
Karena itu, perusahaan dianjurkan untuk mengungkapkan jumlahjumlah di atas.

Aktiva Lain-Lain


 
55 Pos-pos yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam aktiva tetap, dan juga tidak dapat digolongkan dalam aktiva lancar, investasi/penyertaan maupun aktiva tak berwujud, seperti : aktiva tetap yang tidak digunakan, piutang kepada pemegang saham, beban yang ditangguhkan dan aktiva lancar lainnya disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain

 
56 Biaya yang tidak dilaporkan sebagai beban pada periode terjadinya karena dianggap memberikan manfaat bagi periode-periode selanjutnya digolongkan sebagai beban yang ditangguhkan.

 
Pos-pos yang termasuk dalam golongkan ini antara lain:

 
a.    Biaya pendirian perusahaan yang timbul pada perusahaan dalam tahap pengembangan. (Lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 6 tentang Akuntansi Dan Pelaporan Bagi Perusahaan Dalam Tahap Pengembangan)

 
b.    Biaya emisi saham, yaitu biaya yang terjadi dalam rangka pemasyarakatan saham perusahaan yang meliputi biaya notaris/penasihat hukum, penilai, biaya percetakan efek dan prospektus, biaya pendaftaran, penjamin emisi dan lain sebagainya .

Pengukuran Berikutnya terhadap pengakuan Awal


 
65 Aktiva tetap disajikan berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut dikurangi akumulasi penyusutan.

 
66 Penilaian kembali atau revaluasi aktiva tetap pada umumnya tidak diperkenankan karena Standar Akuntansi Keuangan menganut penilaian aktiva berdasarkan harga perolehan atau harga pertukaran. Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah. Dalam hal ini laporan keuangan harus menjelaskan mengenai penyimpangan dari konsep harga perolehan di dalam penyajian aktiva tetap serta pengaruh daripada penyimpangan tersebut terhadap gambaran keuangan perusahaan. Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai buku (nilai tercatat) aktiva tetap dibukukan dalam akun modal dengan nama Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap .